Operasi AS Tewaskan Tim Keamanan Nicolas Maduro
BeritaNasional.com - Sebagian besar tim keamanan Presiden Nicolas Maduro disebut tewas dalam operasi Amerika Serikat (AS).
Dalam pidato yang disiarkan televisi setempat, Minggu (4/1/2025) waktu setempat, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengOan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban yang disampaikannya itu.
Ia juga menyebut Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah bagi negara tersebut.
Pernyataan Padrino disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan indakan militer AS pada Sabtu (3/1/2025) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu dengan pasukan AS jika diperlukan.
Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke Amerika Serikat dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.
Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.
Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera.
“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambahnya.
Suasai penangkapan itu Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara.
Padrino juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez. (Antara)
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





