AS Tangkap Nicolas Maduro, Korut Putuskan Uji Coba Rudal Hipersonik
BeritaNasional.com - Korea Utara (Korut) menguji coba rudal hipersonik yang menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timurnya, menurut laporan media resmi negara itu.
Pemimpin Korut Kim Jong Un memimpin langsung uji peluncuran rudal dari Pyongyang ke arah timur laut dikutip dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
"Merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal," kata Kim seperti dikutip KCNA.
Ia mengatakan, uji coba itu menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir tanpa penyesalan, dan juga memberikan kepercayaan diri bagi Korut.
Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korut pada Minggu sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.
Kedua rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer (km) dan masing-masing terbang sejauh 900 km dan 950 km, menurut kementerian itu.
Rudal-rudal tersebut diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Kim juga meminta agar Korut terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem persenjataan ofensif.
Ia mengatakan, upaya membuat para pesaing terus-menerus dan berulang kali menyadari kesiapsiagaan sarana ofensif Korut merupakan cara penting dan efektif untuk menerapkan daya tangkal perang.
Kim mengatakan, aktivitas itu bertujuan untuk membuat daya tangkal perang nuklir Korut sangat maju, menurut laporan KCNA.
Secara tersirat, ia menggunakan peristiwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat sebagai pembenaran kenapa Korut harus memiliki senjata nuklir dan militer yang kuat.
"Mengapa senjata nuklir diperlukan, dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," kata Kim.
Kementerian Luar Negeri Korut juga mengecam keras serangan AS terhadap Venezuela sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling serius. Selain itu juga pelanggaran sewenang-wenang terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Kemenlu Korut menyatakan, serangan tersebut menegaskan sifat liar dan brutal Amerika Serikat.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







