Jangan Remehkan Pare: Sayuran Pahit dengan Khasiat Besar bagi Tubuh

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 06 Januari 2026 | 06:04 WIB
Ilustrasi pare. (Foto/Freepik)
Ilustrasi pare. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Pare kerap dijuluki sebagai salah satu sayuran dengan rasa paling pahit. Tak sedikit orang yang langsung menghindarinya hanya karena cita rasanya yang kuat. Padahal, di balik rasa pahit tersebut, pare menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa.

Mulai dari membantu mengatur kadar gula darah hingga memperkuat sistem imun, khasiat pare sangat sayang jika diabaikan.

Di Indonesia, pare sudah lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai bahan masakan sekaligus obat herbal tradisional. Tanaman ini bukan hanya hadir di dapur rumah tangga, tetapi juga digunakan dalam pengobatan alami sejak zaman dahulu.

Asal Usul Tanaman Pare

Pare memiliki nama ilmiah Momordica charantia. Tanaman ini diyakini berasal dari kawasan Asia tropis, terutama wilayah India dan Asia Tenggara. Seiring waktu, pare menyebar ke berbagai belahan dunia, seperti China, Jepang, Afrika, hingga Amerika Latin.

Di Indonesia, pare tumbuh dengan sangat baik berkat kondisi iklim yang mendukung. Tak heran jika sayuran ini mudah dijumpai di pasar tradisional maupun pasar modern.

Sejak dulu, masyarakat Asia memanfaatkan pare tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai ramuan herbal alami.

Dalam pengobatan tradisional seperti Ayurveda dan pengobatan Tiongkok, pare kerap digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan, mengatasi panas dalam, hingga mendukung pengobatan penyakit kronis, termasuk diabetes.

Kandungan Nutrisi dalam Pare

Dalam satu buah pare terkandung berbagai nutrisi penting, antara lain:

  • Vitamin C
  • Vitamin A
  • Folat
  • Serat
  • Kalium
  • Antioksidan

Senyawa aktif seperti charantin, polypeptide-p, dan vicine

Kombinasi nutrisi ini menjadikan pare sebagai sayuran dengan manfaat kesehatan yang cukup lengkap.

Manfaat Pare untuk Kesehatan Tubuh

1. Membantu mengontrol kadar gula darah

Pare dikenal mampu membantu menurunkan kadar gula darah berkat kandungan charantin dan polypeptide-p yang bekerja menyerupai insulin.

Oleh karena itu, pare sering dikonsumsi sebagai pendamping pola makan sehat bagi penderita diabetes tipe 2. Konsumsinya tetap perlu dikontrol untuk menghindari efek samping.

2. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Kandungan serat dalam pare membantu melancarkan pencernaan, mengurangi sembelit, serta mendukung fungsi saluran cerna secara alami.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Vitamin C yang melimpah membantu memperkuat daya tahan tubuh, terutama saat kondisi fisik menurun atau cuaca tidak menentu.

4. Mendukung program penurunan berat badan

Pare rendah kalori dan tinggi serat, sehingga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung metabolisme tubuh.

5. Menjaga kesehatan hati

Pare membantu proses detoksifikasi alami dengan mendukung fungsi hati dalam menyaring racun dari aliran darah.

6. Menurunkan kolesterol jahat

Kandungan antioksidan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

7. Menjaga kesehatan kulit

Vitamin A dan antioksidan dalam pare membantu mencegah jerawat serta mempercepat regenerasi sel kulit.

8. Membantu mengontrol tekanan darah

Kandungan kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menstabilkan tekanan darah.

9. Melawan radikal bebas

Antioksidan dalam pare membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

10. Mendukung kesehatan mata

Vitamin A membantu menjaga fungsi penglihatan dan mencegah gangguan mata seiring bertambahnya usia.

Cara Mengonsumsi Pare agar Manfaatnya Optimal

1. Pare dimasak sebagai sayuran

Pare dapat ditumis atau direbus. Untuk mengurangi rasa pahit, irislah pare tipis dan rendam dalam air garam selama 20–30 menit sebelum dimasak.

2. Jus pare

Jus pare dapat dibuat dari 1–2 buah pare tanpa biji yang diblender dengan air matang. Tambahkan madu atau perasan jeruk nipis bila perlu. Konsumsi sebaiknya dibatasi 1–2 kali seminggu.

3. Pare rebus

Pare direbus selama 5–7 menit dan dikonsumsi selagi hangat. Air rebusannya boleh diminum dalam jumlah terbatas.

4. Pare sebagai lalapan

Pare mentah dapat dikonsumsi sebagai lalapan, tetapi harus dicuci bersih dan dikonsumsi dalam jumlah kecil.

5. Suplemen atau ekstrak pare

Suplemen pare bisa menjadi alternatif, namun pastikan memiliki izin resmi dan konsultasikan dengan tenaga medis, terutama bagi penderita diabetes.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Konsumsi pare berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, pusing, serta penurunan kadar gula darah secara drastis. Ibu hamil dan menyusui disarankan membatasi atau menghindari konsumsi pare dalam jumlah besar.

Pare memang identik dengan rasa pahit, namun manfaatnya bagi kesehatan sangatlah besar. Dengan memahami asal-usul serta cara konsumsi yang tepat, pare dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat tanpa menimbulkan risiko.

 

(Rep/Novia Amelia)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: