Doraemon Pamit dari Televisi Nasional Usai 35 Tahun Mengudara, Nostalgia Masa Kecil Menggema
BeritaNasional.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia pertelevisian Indonesia. Doraemon, kartun legendaris asal Jepang yang telah menemani pemirsa Tanah Air selama lebih dari tiga dekade, dikabarkan tidak lagi tayang di televisi nasional. Informasi ini sontak memantik gelombang nostalgia dan perbincangan hangat di media sosial.
Isu tersebut pertama kali mencuat setelah akun X (dulu Twitter) @IndoPopBase mengunggah informasi pada Senin, 5 Januari 2026.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Doraemon telah berhenti tayang di RCTI, stasiun televisi yang selama puluhan tahun identik dengan serial animasi tersebut.
“Doraemon sudah berhenti tayang di RCTI. 35 tahun berlalu sejak 9 Desember 1990, dari jadwal Minggu pagi hingga sempat tayang setiap hari,” ungkap pernyataan akun itu yang dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Pernyataan itu langsung menyulut reaksi emosional dari warganet yang tumbuh besar bersama Nobita dan robot kucing dari masa depan itu.
Bagi banyak keluarga Indonesia, Doraemon bukan sekadar tontonan anak-anak. Sejak awal 1990-an, serial ini telah menjadi ritual akhir pekan, menemani pagi hari dengan cerita ringan namun sarat makna.
Kisah persahabatan Nobita, Shizuka, Gian, dan Suneo—dengan Doraemon sebagai penolong dari masa depan—berhasil melampaui batas usia. Anak-anak menikmati alat-alat ajaib, sementara orang dewasa menemukan refleksi kehidupan: tentang kegagalan, usaha, empati, dan tanggung jawab.
Tak heran jika kabar pamitnya Doraemon dari layar televisi nasional terasa seperti perpisahan emosional bagi lintas generasi penonton Indonesia.
Perjalanan Panjang Doraemon di Televisi Nasional
Sejak pertama kali tayang pada 9 Desember 1990, Doraemon mencatatkan perjalanan panjang yang jarang dimiliki sebuah program televisi.
Selama 35 tahun, serial ini konsisten hadir dalam berbagai slot waktu mulai dari tayangan Minggu pagi, program harian, hingga pengisi libur sekolah.
Stabilnya rating dan kuatnya basis penggemar menjadikan Doraemon sebagai salah satu ikon budaya pop televisi Indonesia.
Bahkan di tengah gempuran tayangan baru, Doraemon tetap memiliki tempat khusus di hati pemirsa.
Asal Usul Doraemon: Dari Manga ke Fenomena Global
Doraemon merupakan karya mendiang Fujiko F. Fujio, mangaka asal Jepang yang menciptakan karakter ini pada 1969.
Awalnya, Doraemon hadir sebagai manga yang dimuat di majalah anak-anak Jepang sebelum akhirnya diadaptasi menjadi serial animasi.
Versi animenya diproduksi oleh Shin-Ei Animation dan ditayangkan di Jepang melalui TV Asahi. Hingga kini, produksi Doraemon masih terus berlanjut, termasuk film layar lebar tahunan yang selalu dinantikan penggemarnya.
Dalam perjalanannya, Doraemon berkembang menjadi waralaba global, mencakup serial televisi, film bioskop, merchandise, hingga menjadi simbol budaya populer Jepang yang dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Doraemon Tak Benar-Benar Pergi, Hanya Berpindah Layar
Meski tak lagi hadir di televisi nasional, Doraemon sejatinya belum sepenuhnya pamit. Serial ini masih bisa dinikmati melalui platform streaming resmi dan kanal digital berlisensi yang mengikuti tren konsumsi media masa kini.
Perpindahan ini mencerminkan perubahan besar dalam industri hiburan global, di mana kebiasaan menonton perlahan bergeser dari televisi konvensional ke layanan digital berbasis internet.
Bagi generasi baru, Doraemon mungkin tidak lagi hadir di layar TV ruang keluarga, tetapi tetap hidup di layar gawai, menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Berhentinya Doraemon dari televisi nasional menandai akhir sebuah era dalam sejarah pertelevisian Indonesia. Namun, kisah Doraemon sendiri masih terus berjalan, menyusuri jalur baru di dunia digital.
Lebih dari sekadar kartun, Doraemon telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia mengingatkan bahwa persahabatan, harapan, dan mimpi sederhana selalu relevan, kapan pun dan di mana pun.
(Rep/Nissa)
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 22 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







