Resmi Diluncurkan OpenAI, Simak 9 Fakta ChatGPT Health

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 08 Januari 2026 | 15:26 WIB
OpenAI luncurkan ChatGPT Health. (BeritaNasional/OpenAI)
OpenAI luncurkan ChatGPT Health. (BeritaNasional/OpenAI)

BeritaNasional.com - OpenAI kembali melangkah lebih jauh ke ranah teknologi kesehatan. Perusahaan pengembang ChatGPT itu resmi memperkenalkan ChatGPT Health, fitur teranyar yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola informasi kesehatan dan kebugaran secara lebih personal dan kontekstual.

Peluncuran ini juga menandai upaya OpenAI memosisikan ChatGPT bukan sekadar asisten percakapan, tetapi juga pendamping digital dalam memahami data kesehatan, dengan tetap menegaskan batasan etis dan medis.

Simak 9 (sembilan) fakta ChatGPT Health yang dirangkum BeritaNasional dari berbagai sumber:

1. ChatGPT Health memungkinkan pengguna menghubungkan data kesehatan pribadi ke dalam platform ChatGPT, data yang dimaksud antara lain:

  • Rekam medis pengguna
  • Aplikasi kebugaran seperti Apple Health
  • Aplikasi pencatat nutrisi dan aktivitas, termasuk MyFitnessPal.

2. Melalui akses data tersebut, ChatGPT Health dapat memberikan respons yang lebih relevan, misalnya terkait pola hidup sehat, aktivitas fisik, atau pemahaman atas data kebugaran harian.

3. ChatGPT Health tidak dirancang untuk mendiagnosis penyakit atau menentukan pengobatan, melainkan sebagai alat pendukung informasi.

4. Akses ChatGPT Health masih terbatas dan baru tersedia bagi sejumlah pengguna awal. Bahkan, fitur ini belum dapat diakses di Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), Swiss dan Inggris.

5. Integrasi rekam medis ChatGPT Health baru didukung di Amerika Serikat, sementara koneksi dengan Apple Health mensyaratkan penggunaan perangkat iOS. Perluasan akses akan dilakukan secara bertahap melalui platform web dan iOS dalam beberapa pekan mendatang.

6. OpenAI menaruh perhatian besar pada isu keamanan data dalam ChatGPT Health. OpenAI pun menerapkan pemisahan ketat untuk percakapan kesehatan dengan riwayat chat umum pengguna. Data kesehatan pun tidak digunakan untuk melatih model AI.

7. ChatGPT Health dibuat dan dikembangkan dengan melibatkan ratusan tenaga medis dari puluhan negara. OpenAI menyebut fitur ini disusun dengan masukan dari lebih dari 260 dokter yang berasal dari 60 negara, agar informasi yang disampaikan tetap relevan secara klinis, mudah dipahami masyarakat awam, dan tidak menyesatkan.

8. Belum ada kejelasan teknis mengenai integrasi ChatGPT Health dengan sistem Electronic Health Record (EHR) atau Personal Health Record (PHR) yang digunakan rumah sakit.

9. ChatGPT Health di Amerika Serikat terganjal aturan pengelolaan data medis wajib mematuhi Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA), sementara ChatGPT Health belum memenuhi regulasi ini karena adanya potensi pencatatan dan pemrosesan Protected Health Information (PHI).

Pada akhirnya, peluncuran ChatGPT Health menjadi sinyal kuat bahwa AI semakin masuk ke ranah kesehatan pribadi. Meskipun potensinya besar bagi pengguna individu, tantangan regulasi, privasi dan integrasi sistem masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Hal ini sekaligus menjadi awal dari babak persaingan baru dalam teknologi kesehatan berbasis AI, di mana kepercayaan dan kepatuhan regulasi akan menjadi kunci utama.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: