Musim Hujan, BNPB Imbau Masyarakat Waspada Bencana Susulan di Sumatera

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto/YouTube Setpres)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com -  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (Aam) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana susulan di Sumatera.

Pasalnya, kondisi cuaca tengah kerap menunjukkan hujan dengan intensitas tinggi. 

“Kami terus berkomunikasi intensif dengan BMKG,” ujarnys, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Bersama BMKG, BNPB bakal memantau cuaca per tiga jam. Dari pantauan itu nantinya diputuskan apakah akan melakukan modifikasi cuaca atau tidak. 

"Kita operasi modifikasi cuaca hingga saat ini masih optimal tiga pesawat per provinsi, dan terus kita lakukan dalam seminggu terakhir ini sudah rotasi 24 jam,” ujar Aam.

Modifikasi cuaca menurutnya sangat penting untuk menjamin kondisi cuaca tak berubah ekstrem. 

Dia pun mencontohkan kondisi hujan yang terjadi di Bener Meriah, Aceh. Di sana, luapan air terjadi di beberapa titik. 

“Tapi, alhamdulillah, ini tidak meluap ke permukiman dan tidak ada korban atau kerugian material yang signifikan,” ucap Aam.

Lebih lanjut, Aam juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca beberapa hari ke depan.

Untuk di Aceh, beberapa daerah yang harus mewaspadai cuaca hujan antara lain di Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya.

Sedangkan dj Sumatera Barat, BMKG memprakirakan hujan akan mengguyur hampir merata di seluruh kabupaten dan kota. 

Dan untuk Sumatera Utara, ada beberapa kabupaten/kota yang terdampak hujan berintensitas tinggi. 

“Sekiranya hujan intensitas tinggi turun sudah lebih dari dua jam, maka secara mandiri evakuasi dulu untuk sementara. Hindari titik-titik yang mungkin saja terjadi bencana banjir atau longsor susulan,” tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: