Greenland Ogah Jadi Warga Amerika Serikat
BeritaNasional.com - Elite dari lima partai politik (parpol) Greenland menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi warga negara Amerika Serikat (AS) meski Presiden AS Donald Trump berencana mengambil alih wilayah semi-otonom Denmark itu.
"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," kata mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (9/1/2026).
Para pemimpin itu juga menegaskan agar sikap AS yang "meremehkan" Greenland dihentikan.
"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland," tegas para elite parpol itu.
Pernyataan itu juga menyoroti bahwa wilayah kepulauan itu telah meningkatkan partisipasi mereka di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir. Dialog tentang rencana Trump tersebut, kata para elite itu, harus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional.
Mereka mengumumkan bahwa sidang Inatsisartut (parlemen) akan dimajukan untuk memastikan "terjadinya debat politik yang adil dan komprehensif serta terjaminnya hak-hak rakyat" Greenland.
Pernyataan itu disampaikan para elite Greenland, menyusul Trump yang berulang kali menyatakan minatnya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark.
"Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China," kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.
Trump juga tidak mengesampingkan kemungkinan mengambil alih Greenland dengan cara militer.
"Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara mudah, kita akan melakukannya dengan cara sulit," katanya.
Pernyataan Trump itu menuai kecaman luas, terutama dari negara-negara Eropa, yang memperingatkan bahwa langkah semacam itu bisa membubarkan NATO.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu



