Gempa M 7,1 Guncang Talaud, BNPB: Situasi Terkendali dan Kondusif

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 10:06 WIB
Gempa M 7,1 Guncang Talaud. (Foto/BNPB)
Gempa M 7,1 Guncang Talaud. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi pascagempa bumi magnitudo 7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, berangsur kondusif. Berdasarkan pembaruan data hingga Minggu (11/1/2026) aktivitas masyarakat mulai kembali normal dan tidak ditemukan korban jiwa maupun luka berat akibat peristiwa tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan meski sebagian warga masih mengalami trauma, situasi di lapangan telah terkendali.

“Kondisi pascagempa sudah kondusif. Aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali dan tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

BNPB mencatat sekitar 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan sementara pada 12 unit rumah dan dua fasilitas kesehatan yang masih dalam tahap verifikasi.

Gempa terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pukul 21.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur, kedalaman 17 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan kuat dirasakan selama 20-30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat memicu kepanikan warga yang keluar rumah. Aliran listrik yang sempat padam kini telah kembali normal. BMKG juga melaporkan adanya satu kali gempa susulan bermagnitudo 4,6 setelah gempa utama.

Saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi warga, mengevaluasi dampak lanjutan, serta memastikan wilayah terdampak tetap aman. BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

“Hindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, jangan mudah terpengaruh informasi yang tidak terverifikasi, dan selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta BPBD setempat,” tegas Abdul Muhari.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: