Pengawasan AS terhadap Transisi Kekuasaan Venezuela akan Berlangsung Bertahun-tahun

Oleh: Kiswondari
Senin, 12 Januari 2026 | 13:01 WIB
Ilustrasi invasi AS terhadap Venezuela. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Ilustrasi invasi AS terhadap Venezuela. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Pengawasan Amerika Serikat (AS) dalam transisi kekuasaan di Venezuela selanjutnya akan terus berlanjut selama bertahun-tahun. Nampaknya, AS belum puas usai serangannya terhadap Venezuela, lalu menangkap Presidennya Nicolas Maduro bersama sang istri, Cilia Flores atas tuduhan "Narkoterorisme".

"Bisa jadi satu atau dua tahun. Bisa juga lebih lama," kata Menteri Energi AS Chris Wright kepada CBS ketika ditanya berapa lama peran AS di Venezuela akan berlanjut, Minggu (11/1/2026). 

Wright mengatakan, dirinya tidak dapat menyebutkan jangka waktu yang tepat soal pengawasan AS terhadap negara di Amerika Latin itu.

Sebelumnya, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.

Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.

Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mentransfer tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Rusia, China, dan Korea Utara telah mengecam keras tindakan AS tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia pu elah menyampaikan solidaritas kepada rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta mendorong pencegahan eskalasi situasi lebih lanjut.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: