Mensos: Program Sekolah Rakyat Kini Miliki 166 Sekolah dan 15.954 Siswa
BeritaNasional.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan, Sekolah Rakyat telah beroperasi sejak Juli 2025.
Dari awalnya hanya 37 titik, saat ini Sekolah Rakyat sudah ada 166 titik di seluruh provinsi di Indonesia.Dengan jumlah siswa 15.954, memiliki 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
"Perlu kami sampaikan bahwa 60 titik sekolah rakyat beroperasi pada bulan Juli tahun 2025, 37 titik pada bulan Agustus, dan 66 titik di akhir September dan awal Oktober. Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten kota seluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," ujar Gus Ipul saat peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Gus Ipul menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo.
Mengutip arahan Prabowo pada sidang Kabinet 20 Oktober 2025, Sekolah Rakyat dirancang untuk memotong rantai kemiskinan. Siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu.
"Mengutip arahan Bapak Presiden pada sidang Kabinet Merah Putih 20 Oktober tahun 2025, bahwa sekolah rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin. Kita harus berani mengubah, kita tidak boleh menyerah pada keadaan," ujar Gus Ipul.
Siswa Sekolah Rakyat, 60 persen orang tuanya merupakan buruh, buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, tukang cari rumput, pemulung dan lain-lain. Mereka berpenghasilan tidak tetap dan 67 persen berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan.
"65% memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang. 454 siswa sekolah rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku pendidikan. 298 siswa sekolah rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah," jelas Gus Ipul.
"Dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda. Kami juga menemukan kenyataan yang lebih sunyi. Banyak anak berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal bahkan dengan mengalami kekerasan dalam rumah tangga," lanjutnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







