Perpustakaan Daerah tak Miliki Fasilitas Memadai, DPR Minta Perhatian Perpusnas

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 15 Januari 2026 | 06:03 WIB
Gedung Perpusnas RI. Perpusnas diganjar penghargaan UNESCO. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Gedung Perpusnas RI. Perpusnas diganjar penghargaan UNESCO. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Perpustakaan daerah dinilai memprihatinkan oleh anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana. Ia pun meminta  Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk memperhatikan kondisi perpustakaan di daerah.

Dalam rapat Komisi X DPR dengan Kepala Perpusnas Aminudin Aziz di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Rabu (14/1/2026) Boni menyampaikan kondisi perpustakaan di daerah banyak yang tidak memiliki fasilitas yang memadai bahkan ada perpustakaan yang tidak memiliki mumpuni untuk menyimpan koleksi buku.

Ia pun meminta perpusnas untuk membimbing dan mendampingi perpustakaan daerah agar standar perawatan buku terpenuhi.

"Saya datang ke sana (perpustakaan daerah), koleksinya disimpan di satu ruangan tanpa pendingin, lembap. Kita tahu kondisi kelembapan tinggi di Indonesia, buku harus dirawat," ujarnya.

Ia juga mengatakan Indonesia memiliki 21.086 perpustakaan di tingkat desa/kelurahan, 807 di tingkat kecamatan, dan 495 di tingkat kabupaten/kota dari 514 daerah. Artinya, masih ada 19 kabupaten/kota yang belum memiliki perpustakaan dan ada juga lima provinsi baru yang belum punya perpustakaan.

Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti gangguan layanan digital Perpusnas, yakni iPusnas. Menurut dia, layanan digital iPusnas sering sulit diakses. Hal ini ia alami sendiri saat proses unduh buku yang terhenti karena sistemnya terkunci sendiri.

Ia mengingatkan agar upaya efisiensi anggaran tidak mengorbankan layanan publik paling dasar. Politisi berlatar belakang sejarawan itu mendorong Perpusnas mencari solusi inovatif meski dengan keterbatasan anggaran. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: