Antam Ungkap Penyebab Munculnya Asap Pekat di Tambang Emas Bogor

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:10 WIB
Petugas memeriksa lokasi ledakan tambang emas di Bogor, asap masih mengepul. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Petugas memeriksa lokasi ledakan tambang emas di Bogor, asap masih mengepul. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - PT Aneka Tambang (Antam) mengungkap penyebab dari kemunculan asap yang terjadi di area tambang emas di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (13/1/2026) dini hari kemarin.

General Manager PT Antam UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) Pongkor, Nilus Rahmat menyebut kalau video beredar merekam asap yang muncul, berada di area tambang bawah tanah L.600 Ciurug sekira pukul 00.30 WIB.

“Pada salah satu level kerja yang diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga,” kata Nilus dalam keterangan tertulis Rabu (14/1/2026). 

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO), di mana ambang batas aman sebesar 25 ppm, sedangkan saat kejadian nilai terukur mencapai 1200 ppm.

“Kondisi tersebut sangat yang berbahaya apabila terpapar dalam kondisi tersebut. Hingga saat ini kondisi Penanganan pun sedang berlangsung,” terangnya.

Akibat kondisi tersebut, prosedur keselamatan segera diterapkan mulai dari penghentian sementara aktivitas di area terdampak, pengaturan dan penyesuaian sistem ventilasi, serta isolasi area kerja, dengan tujuan utama mencegah paparan terhadap pekerja. 

“Penanganan dilakukan secara terukur dan bertahap hingga kondisi dinyatakan aman,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, PT Antam juga meluruskan kabar terkait dugaan adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang. Kabar tersebut dipastikan tidak benar, karena sampai saat ini seluruh karyawan dipastikan aman.

“Penanganan kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap berada dalam kendali,” jelasnya.

“Antam menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan Dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang,” tambah dia.
sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: