Polisi Sebut Asap di Lubang Tambang Emas Antam Muncul sejak Selasa Dini Hari

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:06 WIB
Asap di tambang emas Antam di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto/Istimewa)
Asap di tambang emas Antam di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Polisi masih berupaya membantu menangani asap yang muncul di lokasi tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebutkan pihaknya telah mengerahkan 43 personel untuk membantu penanganan kemunculan asap yang dilaporkan terjadi sejak Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.

"Ini dari PT Antam sudah memastikan enggak ada ledakan, yang ada asap. Asap muncul Selasa dini hari pukul 00.30," kata Wikha saat dikonfirmasi pada Rabu (14/1/2026).

Wikha menjelaskan pihaknya bersama pengelola tambang masih menyelidiki penyebab kemunculan asap tersebut. Sebab, sampai saat ini, area tambang emas itu belum bisa dimasuki karena asap tebal karbon monoksida (CO) yang menyelimuti.

"Ini yang masih harus diselidiki. Tapi, tunggu bisa masuk ke sumber asap dulu. Kadar CO masih di atas ambang batas," ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi meluruskan soal kabar ledakan dan ratusan korban yang terjebak dalam tambang. 

Dia memastikan kabar tersebut tidaklah benar karena penanganan telah dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.

“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” kata Wisnu dalam keterangan resminya pada Rabu (14/1/2026).

Wisnu menegaskan perusahaan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat serta pemangku kepentingan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Antam memastikan tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang,” jelasnya.

“Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” tandasnya.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: