The Rip Netflix, Film Aksi Matt Damon dan Ben Affleck yang Idealnya Tayang di Bioskop
BeritaNasional.com - Dalam beberapa tahun terakhir, film thriller aksi kelas menengah justru menemukan rumah barunya di layanan streaming.
Genre yang dulu rutin memenuhi bioskop kini lebih sering muncul sebagai rilisan eksklusif digital dan, tak jarang, langsung menduduki daftar tontonan teratas. Di tengah masih bertahannya Greenland 2: Migration dan menjelang rilis Shelter, Netflix kembali menghadirkan proyek ambisius lewat The Rip, film terbaru yang mempertemukan dua peraih Oscar, Ben Affleck dan Matt Damon.
Jika dirilis di era berbeda, The Rip Netflix nyaris pasti menjadi film andalan akhir pekan di bioskop layar lebar. Film ini sarat adegan aksi, bertempo cepat, dan dipimpin dua nama besar Hollywood. Namun, lanskap industri film yang berubah membuat kenyataan berkata lain. Netflix menjadi satu-satunya pihak yang berani mengucurkan dana besar bahkan disebut mendekati 100 juta dolar AS untuk film rating R tanpa label waralaba.
Menariknya, demi mewujudkan proyek ini, Netflix sempat mengakomodasi skema bagi hasil Artists Equity, sistem yang digagas Affleck dan Damon.
Skema ini memungkinkan pemain dan kru mendapat bonus tambahan jika film tampil sukses. Sebuah langkah langka di ekosistem streaming, sekaligus bukti besarnya kepercayaan Netflix terhadap The Rip.
Hasilnya adalah film yang lahir dari kompromi industri: idealnya tayang di bioskop, tetapi realitas memaksanya hadir di ruang keluarga penonton. Meski begitu, ambisi produksinya tetap terasa, menjadikan The Rip Netflix salah satu rilisan aksi paling serius di platform tersebut.
Joe Carnahan Kembali ke Habitat Alaminya
The Rip disutradarai oleh Joe Carnahan, sineas yang dikenal sebagai spesialis film aksi dan kriminal. Namanya melejit lewat Narc pada awal 2000-an, sebelum kemudian menggarap film-film berenergi tinggi bersama aktor-aktor seperti Liam Neeson, Gerard Butler, hingga Mel Gibson. Meski The Grey sering disebut sebagai karya terbaiknya, Carnahan konsisten menghadirkan tontonan genre yang solid.
Setelah beberapa proyek yang kurang bergaung, The Rip terasa seperti kembalinya Carnahan ke zona paling nyaman: film kriminal maskulin dengan konflik sederhana namun efektif. Gaya penyutradaraannya yang lantang, lugas, dan percaya diri terasa menyatu dengan materi cerita.
Sinopsis The Rip Netflix: Polisi, Uang, dan Kepercayaan yang Runtuh
Secara garis besar, The Rip Netflix mengusung premis yang mengingatkan pada Triple Frontier (2019), film Netflix sebelumnya yang juga dibintangi Ben Affleck. Konflik utamanya berpusat pada uang dalam jumlah besar dan dilema moral yang mengikutinya.
Istilah “rip” di sini bukan merujuk pada film polisi supranatural RIPD, melainkan slang untuk simpanan uang ilegal yang belum tercatat secara resmi. Terinspirasi dari kisah nyata, cerita mengikuti sekelompok polisi Miami yang dipimpin karakter Matt Damon dan Ben Affleck. Dalam sebuah penggerebekan, mereka menemukan lebih dari 20 juta dolar AS tersembunyi di loteng rumah biasa, terbantu oleh anjing pelacak uang.
Masalah muncul ketika uang tersebut harus diamankan. Prosedur hukum, godaan pribadi, dan rasa saling curiga mulai saling bertabrakan. Siapa yang masih bisa dipercaya ketika jumlah uangnya cukup untuk mengubah hidup?
Daya Tarik Utama: Damon dan Affleck
Beberapa dialog tentang rencana “merampok rip” memang terasa berulang dan kadang kaku. Aksi sok jago khas film macho pun sesekali tampak kurang meyakinkan, mengingat fase karier Damon dan Affleck saat ini. Namun, justru di situlah daya tariknya.
Menyaksikan dua aktor serius ini mengisi peran yang biasanya dimainkan bintang aksi generik terasa seperti versi premium dari film sejenis. Chemistry lama mereka masih kuat, dan kemampuan akting matang memberi bobot emosional pada latar belakang karakter yang sebenarnya cukup klise.
Karakter Pendukung dan Catatan Kritis
Sayangnya, karakter pendukung tak banyak mendapat ruang untuk berkembang. Meski begitu, Sasha Calle tampil mencuri perhatian sebagai penghuni rumah yang menjadi pusat konflik. Ekspresi ketakutan dan kecemasan yang perlahan memuncak berhasil meningkatkan tensi cerita.
Seperti banyak film aksi maskulin lainnya, karakter perempuan di The Rip Netflix terasa dipinggirkan, padahal digambarkan cukup tangguh untuk berperan lebih besar. Ini menjadi salah satu catatan kritis yang sulit diabaikan.
Tontonan Ringan dengan Energi Keras
Dari sisi visual, film ini tidak selalu terlihat semahal anggarannya kemungkinan karena porsi besar dana terserap honor bintang utamanya. Misteri yang dibangun pun bukan tipe yang mengejutkan, meski adegan penjelasan penuh kilas balik di dalam truk DEA tetap memberi hiburan tersendiri.
Setelah konflik utama terungkap, film melaju tanpa rem ke rangkaian aksi bertempo tinggi. The Rip Netflix pada akhirnya adalah film aksi maskulin yang bising, cepat, dan cukup memuaskan/
(Rep/shafira)
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






