Jaga Stok Jelang Ramadhan, Dharma Jaya Bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi impor sapi (Beritanasional/Elvis)
Ilustrasi impor sapi (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia pada 2026 untuk memperkuat pasokan daging sapi di Jakarta. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, rencana impor tersebut masih menunggu terbitnya persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). 

Adapun rekomendasi impor sapi telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), sementara proses administrasi di Kemendag masih berjalan.

“Untuk saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian,” kata Raditya, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Raditya menjelaskan, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin pada tahun sebelumnya. 

Jika seluruh perizinan rampung sesuai rencana, proses pembelian sapi akan dimulai pada Februari 2026. 

Raditya berujar, pembelian sapi impor dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Saat ini, stok sapi milik Perumda Dharma Jaya hampir seluruhnya terserap pasar.

“Alhamdulillah, stok sapi kami sebelumnya habis. Saat ini masih tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk persiapan bulan puasa,” ujar Raditya.

Sementara itu nantinya, impor sapi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas kandang yang tersedia. 

“Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor,” ucap Raditya.

Lebih lanjut, Raditya menjelaskan bahwa Perumda Dharma Jaya juga tengah mencari lahan baru untuk memperluas kapasitas kandang hingga dapat menampung sekitar 1.000 ekor sapi hidup. 

Menurut Raditya, perluasan kandang di Serang tidak memungkinkan karena peruntukan lahannya telah ditetapkan sebagai kawasan agrowisata.

“Melalui langkah impor bertahap dan penguatan infrastruktur kandang,  Dharma Jaya berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan daerah serta memastikan ketersediaan daging sapi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: