Macron Kecam Ancaman AS soal Tarif Dagang terkait Aneksasi Greenland

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:59 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (BeritaNasional/Instagram Macron)
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (BeritaNasional/Instagram Macron)

BeritaNasional.com - Di tengah tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam ancaman tarif AS terkait upaya aneksasi Greenland sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima".

Macron pun menekankan bahwa masyarakat Eropa akan merespons secara bersatu dan terkoordinasi jika ancaman tersebut dikonfirmasi.

Macron juga menegaskan bahwa Prancis berkomitmen terhadap kedaulatan dan kemerdekaan negara-negara, dan atas dasar itulah Prancis memutuskan untuk ikut serta dalam latihan yang diselenggarakan oleh Denmark di Greenland.

"Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami," tegas Macron melalui akun X-nya, Sabtu (17/1/2026).

Pernyataan Macron tersebut merupakan respons terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (17/1/2026) bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia terkait dukungan ini Eropa dan NATO terhadap Greenland.

AS juga mengancam akan menaikkan tarif menjadi 25 persen mulai awal Juni kecuali jika tercapai kesepakatan bagi AS untuk membeli wilayah Greenland.

Greenland, pulau terbesar di dunia, merupakan wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen tetap mengendalikan urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri. AS memiliki pangkalan militer di pulau tersebut. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk AS "menguasai" Greenland.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: