Tim DVI Polda Sulsel Terima Data Antemortem dari 8 Keluarga Korban Pesawat ATR
BeritaNasional.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah menerima data antemortem dari keluarga korban pesawat ATR 42-500 yang kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Didik Supranoto mengatakan bahwa delapan anggota keluarga itu merupakan bagian dari data 10 korban dalam kecelakaan pesawat tersebut.
“Update delapan orang keluarga yang sudah dilakukan pemeriksaan antemortem,” jelas Didik saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Didik menjelaskan, pengumpulan data antemortem dari keluarga korban dilakukan di Posko DVI yang sudah dibentuk. Dan nantinya berkoordinasi bersama jajaran polda untuk mempermudah proses pengumpulan data.
“Kalau ada keluarga yang menanyakan bisa menanyakan ke Kompol ABD Rahman 085388889928, Dokter Asnani 0811469088,” ungkap Didik.
Di sisi lain, Didik menyampaikan, untuk saat ini proses rekonsiliasi masih belum dijalankan, karena Tim DVI belum mendapatkan jasad korban yang saat ini masih dalam proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan.
“Untuk hasil belum bisa dilakukan rekonsiliasi. Karena korban belum ada yang dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan postmortem,” ujarnya.
Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sebelumnya telah menetapkan RS Bhayangkara Makassar sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem terkait identifikasi identitas para korban nantinya.
Diberitakan sebelumnya, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar sempat bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, namun hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Pesawat membawa tujuh orang kru di antaranya, Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita dan Esther Aprilia.
Lalu tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







