Ganggu Tidur, Burung Hantu Manguni Ditembak

Oleh: Kiswondari
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:06 WIB
Burung hantu manguni dipegangi dan ditembak di NTT. (BeritaNasional/X Miss Tweet)
Burung hantu manguni dipegangi dan ditembak di NTT. (BeritaNasional/X Miss Tweet)

BeritaNasional.com - Viral sebuah video di media sosial (medsos) X yang merekam aksi seorang wanita dan pria menembak seekor burung hantu jenis Manguni. Alasannya pun sangat remeh, burung itu ditembak karena mengganggu waktu tidurnya.

Berdasarkan video tersebut, kejadian itu diduga kuat terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Burung yang dilindungi dan dihormati oleh masyarakat Minahasa itu ditembak lantaran mengganggu waktu tidur.

"Ini burung yang sering mengganggu kita saat tidur malam. Terlalu kelewat batas, mengganggu sekali. Bikin kita gelisah tidak tidur malam terus," ucap seorang wanita yang dikutip dari akun X Miss Tweet, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan video itu, burung malang tersebut awalnya ditangkap hidup-hidup, lalu salah seorang pria di dalam video tersebut membuka kedua sayapnya kemudian ditembak.

"Pegang bae-bae (baik-baik)," perintah pemuda dalam video itu. 

Video ini pun viral di berbagai flatform medsos yang mmebuat publik geram dan meminta agar polisi segera menangkap para pelaku penembak satwa dilindungi itu.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Adhi Nurul Hadi menyampaikan, dari hasil penelusuran, video itu dibuat di wilayah Kapan, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.  

"Info dari teman-teman di lapangan, itu dari Kapan, Mollo Tengah,” katanya.

Menurut Adhi, untuk menentukan status satwa liar tersebut termasuk kategori dilindungi atau tidak, harus dilakukan identifikasi. Namun, tindakan itu jelas tidak sejalan dengan prinsip perlindunhan tumbuhan dan satwa liar sebagai bagian dari sumber daya alam khususnya yang ada di provinsi NTT.

"Satwa liar sebagai bagian dari ekosistem seharusnya kita jaga dan lindungi sebagai bagian dari sistem penyangga kehidupan kita," tukasnya.
sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: