Gempa 5,2 M dan 4,6 M Guncang Sulut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Oleh: Kiswondari
Rabu, 21 Januari 2026 | 12:40 WIB
Gempa di Sulut. (Foto/Pixabay)
Gempa di Sulut. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Terjadi dua gempa di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu (21/1/2026) siang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa pertama berkekuatan 5,2 Magnitudo mengguncang Sulut pada pukul 11.10 WIB, tepatnya 248 kilometer arah barat laut Kota Boroko, Bolaang Mongondow Utara, Sulut, di kedalaman 487 kilometer. 

Gempa kedua berkekuatan 4,6 Magnitudo pada pukul 12.14 WIB, berlokasi 345 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulut di kedalaman 12 kilometer di bawah laut.
 
Atas gempa ini, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa tektonik di Laut Sulawesi akibat aktivitas deformasi batuan yang disebabkan oleh mekanisme slab pull dalam Lempeng Sangihe.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme mendatar turun (oblique normal)," kata Daryono dalam rilis yang dibagikan BMKG dalam grup percakapan "BMKG dan Stakeholder" di Manado yang dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).

Dia menjelaskan, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara, dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi.

Kemudian, hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar Daryono.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: