BKKBN Aceh Lakukan Pendampingan Psikososial bagi Warga Terdampak Banjir

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 22 Januari 2026 | 21:00 WIB
Pemerintah kerahkan truk BBM dan alat berat untuk percepat penanganan banjir Aceh  (Foto/Dok Setkab)
Pemerintah kerahkan truk BBM dan alat berat untuk percepat penanganan banjir Aceh (Foto/Dok Setkab)

BeritaNasional.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh melakukan pendampingan psikososial Bersama Forum Generasi Berencana (Genre) Aceh, Petugas Lapangan KB (PLKB), serta tenaga kesehatan setempat, di daerah-daerah yang terdampak banjir.

Selain pendampingan psikososial, BKKBN juga menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim mengatakan, kehadiran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di wilayah terdampak bencana bukan hanya untuk memberikan layanan teknis, melainkan juga menghadirkan empati dan dukungan nyata bagi masyarakat.

"Bencana tidak hanya berdampak pada fisik dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan luka psikologis dan tekanan dalam keluarga. Oleh karena itu pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek kesehatan reproduksi, ketahanan mental, dan perencanaan keluarga agar masyarakat dapat bangkit secara utuh," ujar Safrina.

Tak hanya fokus pada pemulihan kesehatan fisik, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan kondisi mental dan emosional anak serta remaja yang terdampak bencana banjir.

Forum Genre Aceh melaksanakan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikososial untuk membantu anak-anak dan remaja mendapatkan kembali rasa aman, dukungan emosional, dan ruang ekspresi yang sehat.

Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi menitikberatkan pada kehadiran langsung, empati, dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh, dan komunitas seperti Genre, menjadi kekuatan utama untuk membangun kembali keluarga yang tangguh dan berdaya," kata Safrina Salim.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: