Agar Mobil Tetap Aman Saat Banjir, Ini Batas Air dan Tips Berkendara

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 23 Januari 2026 | 04:30 WIB
Ilustrasi berkendara saat banjir. (Foto/freepik)
Ilustrasi berkendara saat banjir. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Memasuki musim hujan, sejumlah ruas jalan di berbagai daerah kerap tergenang air, bahkan tak jarang mengalami banjir. Dalam kondisi tertentu, pengendara terpaksa tetap melintas karena kebutuhan mendesak.

Namun demikian, pengemudi perlu memahami bahwa tidak semua kendaraan aman digunakan untuk menerobos genangan air, terutama jika ketinggiannya sudah mendekati batas kritis mesin dan sistem kelistrikan.

Salah satu komponen kendaraan yang paling rentan terdampak banjir adalah jalur masuk udara ke mesin atau intake manifold. Apabila air tersedot hingga masuk ke ruang bakar, mesin berisiko mengalami water hammer yang dapat menyebabkan kerusakan serius.

Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mengetahui kemampuan kendaraan sebelum memutuskan melintasi genangan.

Sebelum menerobos banjir, pengemudi disarankan memperkirakan kedalaman air dengan memperhatikan kendaraan lain yang melintas. Jika ketinggian air sudah melebihi setengah ban, sebaiknya mencari jalur alternatif yang lebih aman.

Penggunaan gigi rendah juga dianjurkan agar tenaga mobil tetap stabil. Pada mobil manual, pengemudi dapat menggunakan gigi satu atau dua, sedangkan mobil otomatis disarankan berada di posisi L, S, atau gigi terendah.

Selain itu, putaran mesin sebaiknya dijaga tetap konstan di kisaran 1.500 hingga 2.000 RPM dengan kecepatan rendah sekitar 5-10 km/jam. Mengemudi terlalu cepat justru dapat menimbulkan gelombang air yang berpotensi masuk ke ruang mesin.

Pengemudi juga diimbau untuk tidak berhenti di tengah genangan, karena air dapat masuk melalui knalpot dan menyebabkan mesin mati.

Setelah melewati area banjir, pengemudi disarankan segera memeriksa fungsi rem dengan menginjak pedal secara perlahan beberapa kali guna membantu mengeringkan kampas rem. Apabila rem masih terasa licin, sebaiknya berhenti sejenak hingga kondisinya kembali normal.

Pengendara juga perlu mewaspadai sejumlah tanda darurat setelah melintasi banjir, seperti mesin mendadak mati dan sulit dinyalakan kembali, suara mesin terdengar kasar atau tidak normal, serta munculnya asap putih tebal dari knalpot.

Jika gejala tersebut muncul, pengemudi tidak dianjurkan memaksakan mesin untuk hidup kembali karena dapat memperparah kerusakan akibat water hammer. Langkah paling aman adalah menggunakan jasa derek dan membawa kendaraan ke bengkel resmi terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(Rep/shafira)sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: