Menperin: WEF Momen Indonesia Perkuat Posisi di Rantai Pasok Dunia

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Minggu, 25 Januari 2026 | 00:05 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto/istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.

Agus mengatakan, arah kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah difokuskan pada pendalaman struktur industri, peningkatan keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta perluasan jejaring industri nasional.

Oleh karena itu pihaknya berkomitmen agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak semata bersifat finansial, melainkan mampu memperkuat kapabilitas industri nasional melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan keterkaitan rantai pasok domestik, serta integrasi industri nasional ke dalam rantai pasok produksi global.

“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidatonya pada WEF Annual Meeting 2026. Indonesia menegaskan diri sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global, sekaligus siap memajukan industri dalam negeri secara signifikan.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional, membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang, serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.

“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, investasi berkualitas akan diarahkan pada sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: