Siklon Tropis Luana Melemah, Warga Tetap Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Oleh: Kiswondari
Minggu, 25 Januari 2026 | 12:12 WIB
Ex-Siklon Tropis Luana yang mulai melemah. (BeritaNasional/Info BMKG)
Ex-Siklon Tropis Luana yang mulai melemah. (BeritaNasional/Info BMKG)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa Siklon Tropis Luana yang tumbuh dari bibit Siklon 91S sejak Sabtu (24/1/2026) pukul 01.00 WIB, telah berubah menjadi Ex-Siklon Tropis Luana atau melemah dan kini berada di wilayah Jakarta. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah. 

"Siklon Tropis LUANA tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini, telah menjadi Ex-Siklon Tropis Luana dengan posisi berada di wilayah monitoring TCWC (Tropical Cyclone Warning Centre) Jakarta sekitar Daratan Australia bagian barat laut," tulis Prakirawan BMKG melalui kanal resmi Info BMKG, Minggu (25/1/2026). 

BMKG mengingatkan, dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem di sejumlah wilayah diprediksi masih tetap terjadi, antara lain:

Hujan sedang – lebat
• Nusa Tenggara Timur bag selatan

Angin kencang
• Jawa Tengah bagian timur
• Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur

Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 m)
• Perairan selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat
• Selat Bali
• Selat Lombok
• Laut Arafuru bag tengah dan timur

Gelombang Tinggi (2.5 – 4.0 m)
• Perairan selatan Nusa Tenggara Timur
• Laut Sawu
• Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Timur
• Laut Arafuru bag barat.

BMKG menambahkan, kini Siklon Tropis Luana masuk kategori low atau melemah, dan informasi merupakan yang terkini dari TCWC Jakarta. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi. 

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi, serta selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru," imbau BMKG.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: