Normalisasi Sungai Batang Toru jadi Prioritas
BeritaNasional.com - Pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera terus dilakukan secara simultan. Selain pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, normalisasi Sungai Batang Toru, Sumatera Utara juga menjadi prioritas.
Diketahui, kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan, perkebunan dan penebangan kawasan hutan di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru memperparah bencana di Sumatera pada November 2025 lalu.
"Normalisasi Sungai Batang Toru turut menjadi perhatian BNPB bersama pemerintah setempat," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi BNPB, Minggu (25/1/2026).
Muhari menjelaskan, saat kejadian bencana pada akhir November 2025 lalu, debit air sungai meluap hingga menyapu permukiman dan area persawahan warga. Pascabencana banjir bandang tersebut, sungai semakin mengalami pendangkalan yang cukup signifikan dengan menumpuknya material pasir, batu, hingga kayu batang pohon.
Menurut dia, normalisasi sungai terbesar dan terpanjang di Kabupaten Tapanuli Selatan ini telah dimulai sejak 8 Januari 2026 oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatra Utara. Hingga Sabtu (24/1/2026) kemarin, pekerjaan normalisasi sungai masih terus dilakukan.
"Sebanyak enam alat berat dikerahkan untuk mengeruk material di badan sungai dan membuat tanggul darurat di sepanjang wilayah Desa Hapesong," terangnya.
Normalisasi sungai Batang Toru ini merupakan langkah mitigasi bencana mengingat prakiraan musim hujan dan risiko hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi masih dapat terjadi hingga bulan Maret 2026. Upaya ini penting guna mencegah terjadinya luapan di kemudian hari. 
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





