Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Incar Petinggi Hizbullah
BeritaNasional.com - Eskalasi ketegangan kembali meningkat di wilayah perbatasan Lebanon Selatan.
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan udara baru ke beberapa titik di wilayah Lebanon pada Minggu (25/1/2026) malam waktu setempat.
Pihak militer Israel berdalih bahwa operasi tersebut merupakan respons atas apa yang mereka klaim sebagai pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah.
Meski demikian, Israel tidak merinci lebih lanjut bentuk pelanggaran yang dimaksud.
Serangan pada Minggu malam ini merupakan gelombang kedua dalam satu hari yang sama.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikutip dari Xinhua News pada Senin (26/1/2026), serangan udara Israel sebelumnya menewaskan dua anggota Hizbullah dan melukai lima orang lain dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.
Dalam pengumuman resminya, militer Israel mengeklaim telah berhasil mengeliminasi sosok penting, yakni Muhammad al-Husseini. Ia diidentifikasi sebagai kepala artileri Hizbullah di Desa Arzoun.
Israel menuduh Al-Husseini bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap pasukan mereka dan sedang berupaya membangun kembali kekuatan artileri Hizbullah di wilayah perbatasan tersebut.
Hingga saat ini, Israel tercatat masih sering melakukan serangan udara di Lebanon dengan alasan menetralisir ancaman keamanan.
Padahal, kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Prancis telah resmi berlaku sejak 27 November 2024.
Aksi militer yang terus berlanjut ini menuai protes keras. Pemerintah Lebanon bersama sejumlah negara Arab mengecam keras tindakan Israel, yang dinilai secara terang-terangan terus mengkhianati komitmen gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan yang masih rapuh.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







