Virus Nipah India, Sejumlah Negara Screening Ketat Pelancong dari India
BeritaNasional.com - Pihak otoritas India bergegas menahan penyebaran virus Nipah setelah lima kasus dilaporkan dan hampir 100 orang dikarantina di Bengal Barat, bagian timur India. Demikian laporan The Independent pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat.
Melansir Global Times, Selasa (27/1/2026), otoritas India juga menjelaskan, tiga infeksi baru dilaporkan awal pekan lalu, menambah dua kasus yang sudah ada sebelumnya yakni, seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang sebelumnya telah dinyatakan positif dan dalam perawatan. Mereka yang terpapar dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, dekat ibu kota negara bagian Kolkata.
Atas temuan virus Nipah di India, beberapa negara memperketat screening penumpang pesawat yang berasal dari India.
Pada Minggu (25/1/2026), Kementerian Kesehatan Thailand melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat yang tiba dari India untuk kemungkinan infeksi virus Nipah. Pemeriksaan dilakukan di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, dengan fokus pada pelancong yang tiba dari Bengal Barat.
Menurut laporan The Nation Thailand, pihak otoritas Thailand mengatakan, penumpang dan lembaga terkait telah kooperatif dalam pemeriksaan itu. Bahkan, Kementerian juga telah mengeluarkan "Kartu Waspada Kesehatan" untuk pelancong yang tiba dari daerah berisiko.
Kartu tersebut menyarankan siapapun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, mengantuk, kebingungan, atau kejang, terutama jika telah melakukan kontak dengan kelelawar, hewan yang sakit, atau orang yang terinfeksi dalam 21 hari sebelum tiba di Thailand, diminta untuk segera mencari pertolongan medis.
Selain Thailand, Pemerintah Nepal juga telah meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mencegah kemungkinan masuknya virus Nipah, menyusul temuan virus di negara tetangganya itu, menurut media lokal The Annapurna Express pada Rabu (22/1/2026).
Juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal Prakash Budhathoki mengatakan, pemerintah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang memadai. Pemeriksaan kesehatan untuk penumpang yang tiba di Bandara Internasional Tribhuvan, serta di titik-titik perbatasan utama dengan India juga telah dilakukan.
"Kami telah meningkatkan pengawasan khususnya di titik-titik perbatasan di Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan serupa juga telah diperintahkan di perbatasan lainnya," kata Budhathoki dilansir dari The Annapurna Express.
Apa Itu Virus Nipah?
Lantas, apakah virus Nipah itu? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah diklasifikasikan sebagai patogen prioritas karena potensi epidemiknya bahkan, tidak ada vaksin atau pengobatan untuk virus Nipah. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga infeksi pernapasan akut dan ensefalitis fatal.
Sebagai anggota genus Henipavirus, virus Nipah utamanya dibawa oleh kelelawar buah dari spesies Pteropus, sehingga menciptakan risiko penularan yang konstan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung.
Melansir media lokal India, Economist Times, dengan tidak adanya vaksin yang disetujui atau pengobatan antivirus spesifik yang tersedia untuk virus Nipah, ditambah tingkat kematian dalam wabah sebelumnya berkisar antara 40 persen dan 75 persen, Nipah tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius di mana pun ia muncul.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 23 jam yang lalu
HUKUM | 23 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 17 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







