Keluarkan Surat Edaran, Pemerintah Minta Warga Waspada Virus Nipah

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 03 Februari 2026 | 14:36 WIB
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami. (BeritaNasional/Kemenkes)
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami. (BeritaNasional/Kemenkes)

BeritaNasional.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran terkait Penyakit Virus Nipah. Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/C/445/2026. Penyakit virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dan kasusnya telah terkonfirmasi di India.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami mengatakan, masyarakat perlu waspada terhadap penyakit ini. Sebab, Indonesia berpotensi terpapar mengingat tingginya mobilitas dari negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa virus Nipah.

"Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, tetapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Murti dalam surat edaran tersebut, dikutip Selasa (3/2/2026).

Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.

Adapun virus Nipah merupakan anggota genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae. Virus itu memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia secara langsung maupun melalui hewan perantara seperti babi. 

Penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira. Meski demikian, telah ditemukan juga penularan antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita. 

Tingkat kematian virus Nipah dilaporkan cukup tinggi, berkisar 40-75 persen. Wabah pertama tercatat pada 1998-1999 di Desa Sungai Nipah, Malaysia, yang menyerang peternak babi dan kemudian menyebar ke Singapura. Kasus manusia juga pernah dilaporkan di India, Bangladesh, dan Filipina.

Sejak 2001 hingga 2026, kasus virus Nipah muncul secara sporadis di Bangladesh dan India. Di India, wabah pernah terjadi di Negara Bagian West Bengal pada 2001 dan 2007, serta berulang di Negara Bagian Kerala sejak 2018.

Terbaru, pada 14 Januari 2026, India kembali melaporkan kasus konfirmasi virus Nipah di Negara Bagian West Bengal. Hingga 26 Januari 2026, tercatat dua kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas.

"Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semuanya dilakukan karantina. Investigasi lengkap masih terus dilakukan," tandas Murti.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: