Prabowo Sebut Bangsa Indonesia Masih Punya Mental Kepiting, Apa Itu?

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:56 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran B50 di Karawang, Jabar, Kamis (9/7/2026). (Beritanasional.com/YT Setpres))
Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran B50 di Karawang, Jabar, Kamis (9/7/2026). (Beritanasional.com/YT Setpres))

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menilai, bangsa Indonesia masih memiliki mental kepiting alias sikap yang senang menjatuhkan sesama ketika mulai meraih keberhasilan. Menurutnya, sikap tersebut membuat masyarakat kerap tidak menghargai prestasi yang diraih sesama anak bangsa.

"Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting. Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi," kata Prabowo saat peluncuran program biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

"Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi. Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang," tambah dia.

Menurut Prabowo, sikap tersebut tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga di kalangan para pemimpin dari berbagai bidang.

"Ada salah satu kekurangan dari pimpinan-pimpinan bangsa Indonesia. Pimpinan adalah mereka yang paling terdidik, tapi ada sifat kekurangan dari bangsa kita," ujar Presiden.

Kepala Negara menduga, sikap itu dipengaruhi pengalaman bangsa Indonesia yang terlalu lama dijajah sehingga menimbulkan rasa rendah diri.

"Mungkin ini karena terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing, sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, rasa rendah hati. Minderwaardigheidscomplex, inferiority complex," ucapnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat mengubah cara pandang tersebut dan mulai menghargai keberhasilan bangsa sendiri.

"Kita koreksi. Pada prestasi bangsa kita, justru sering kita tuh senang melihat rekan sendiri susah," tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, sikap iri dan keinginan menjatuhkan sesama harus ditinggalkan agar Indonesia dapat terus maju.

"Saya tidak tahu mungkin saudara-saudara pun punya pengalaman ya. Rasa iri, dengki, ingin menjatuhkan orang, ingin mempermalukan saudara sendiri, rekan sendiri, bangsa sendiri," tandas Ketua Umum Partai Gerindra ini.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: