Prabowo Resah Indonesia Bisa Terapkan B50, tapi Tidak Masuk Piala Dunia

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku resah karena Indonesia tak kunjung berhasil masuk Piala Dunia. 

Hal itu disampaikannya saat acara peluncuran program biodiesel B50 di Rest Area Km 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Mulanya, Prabowo menyebut bangsa Indonesia akan dihujat karena melakukan program-program strategis.

"Kita akan dienyek. Saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang mana mungkin? Ya kan? Mana mungkin?" kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa jajarannya pasti bisa melaksanakan program strategis di era kepemimpinannya. Justru, lanjut Prabowo, yang susah digapai adalah masuk Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi, saya resah, terus terang saja saya resah," ujarnya.

Presiden menyayangkan Indonesia bisa menjadi negara pertama yang menerapkan B50, tetapi tak bisa masuk Piala Dunia.

Diketahui, B50 atau pencampuran minyak solar dengan minyak sawit sebesar 50 persen resmi berlaku sejak 1 Juli 2026.

"Kita bisa B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Saya tidak puas," ucap Prabowo.

Kepala Negara lalu bertanya-tanya bagaimana caranya agar Indonesia dapat menembus Piala Dunia.

"Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara jangan anggap enteng sepak bola. Itu kehormatan ya," tegas Prabowo.

Prabowo selanjutnya bertanya kepada Erick Thohir yang merupakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Menurut dia, Erick bertanggung jawab akan hal ini.

"Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Menteri BUMN. Boy, kasih tahu adikmu ya. Aduh, aduh, aduh," kata Prabowo.

Tak hanya Menpora, Prabowo juga mencari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia ingin bertanya apa yang perlu dilakukan agar Indonesia lolos Piala Dunia.

"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: