Mitigasi Longsor dan Banjir, Kementan Dorong Perubahan Pola Tanam Wilayah Pegunungan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:15 WIB
Mentan Amran Sulaiman. (Foto/Setpres)
Mentan Amran Sulaiman. (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com -  Perubahan pola tanam di wilayah pegunungan dengan kemiringan tinggi disebut sebagai langkah mitigasi longsor dan banjir. Pemerintah pun mendorong hal ini menyusul bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan setelah mengunjungi lokasi bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat ia menilai masih banyak tanaman hortikultura yang ditanam di lereng dengan tingkat kemiringan ekstrem, bahkan mencapai 30-45 derajat.

"Itu banyak tanaman hortikultura pada daerah pegunungan kemiringan tinggi. Ini harus kita ubah, ubah komoditasnya," ujarnya, Rabu (28/1/2026)

Menurutnya, lahan dengan kemiringan curam seharusnya ditanami tanaman perkebunan yang memiliki akar kuat, seperti kopi, alpukat, kelapa hingga kakao.

Tanaman tersebut lebih mampu menahan erosi tanah dan mengantisipasi potensi longsor maupun banjir di kemudian hari.

"Karena perakaran tanaman keras atau pohon-pohon atau perkebunan itu kuat, sehingga mengantisipasi lokasi longsor banjir ke depan," terangnya.

Amran menekankan perubahan pola tanam ini menjadi solusi permanen untuk mitigasi bencana berbasis pertanian.

Kementerian Pertanian juga telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan inventarisasi lahan dan segera melakukan peralihan komoditas. Anggaran untuk pengadaan tanaman tahunan juga telah disiapkan.

"Sekarang tim kami sudah di lapangan. Bekerja, inventarisasi, segera kita berpindah. Karena ini adalah solusi permanen. Ini yang lain akan menunggu waktu. Ini akan terjadi lagi kalau kita tidak bergerak cepat," tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: