Menlu Ukraina Sebut PM Hungaria Penghalang Negaranya Gabung Uni Eropa

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 20:14 WIB
Bendera Uni Eropa (UE) atau European Union (EU). (BeritaNasional/European Union)
Bendera Uni Eropa (UE) atau European Union (EU). (BeritaNasional/European Union)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Andrii Sybiha menyebut Hungaria sebagai satu-satunya penghalang bagi keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, serta menyebut bahwa Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban juga menjadi ancaman bagi rakyatnya sendiri. 

"Kita harus mendefinisikan segala sesuatu apa adanya. Hungaria adalah satu-satunya penghalang keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Terlebih lagi, saya percaya bahwa Perdana Menteri Hungaria merupakan ancaman bagi rakyatnya sendiri," kata Sybiha kepada surat kabar Ukraina European Pravda, Selasa (27/1/2026).

Menurut Sybiha, PM Hungaria Viktor Orban telah menghalangi warga Hungaria yang tinggal di Ukraina untuk bergabung dalam ruang bersama Eropa.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hungaria Peter Szijjarto mengatakan, pernyataan Sybiha bahwa Hungaria menghalangi Kiev untuk bergabung dengan Uni Eropa sebagai sesuatu yang sepenuhnya benar. Ia pun mengakui bahwa Ukraina bukan bagian dari 'teman' Hungaria.

"Fakta bahwa Andrii Sybiha bukanlah teman kami, bahwa dia membenci kami, bahwa dia menyerang kami, bukanlah hal baru, jadi mari kita kesampingkan itu," kata Szijjarto di media sosial.

"Namun, kami sepenuhnya setuju dengan satu kalimat yang diucapkan menteri tersebut dalam wawancara ini: bahwa 'Hungaria adalah satu-satunya penghalang bagi keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.' Ini benar sekali," imbuhnya.

Szijjarto menambahkan, selama pemerintahan Orban berkuasa, Ukraina pasti tidak akan bergabung dengan Uni Eropa karena orang Ukraina akan membawa perang ke Uni Eropa dan menyeret Hungaria ke dalamnya.

Pemerintah Hungaria saat ini tidak akan mengizinkan uang Hungaria dikirim ke Ukraina, para petani menderita karena kualitas gandum Ukraina yang buruk, dan negara itu menjadi batu loncatan bagi mafia Ukraina.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: