Serbia Jadi Satu-satunya Negara yang Tolak Deklarasi KTT Ukraina-Eropa Tenggara
BeritaNasional.com - Dalam KTT Ukraina-Eropa Tenggara ke-5 yang diselenggarakan di Kiev, Serbia menjadi satu-satunya negara yang menolak menandatangani deklarasi bersama.
Melansir Viory pada Kamis (16/7/2026), Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyampaikan bahwa ia adalah satu-satunya pemimpin di KTT Ukraina-Eropa Tenggara ke-5 yang menolak deklarasi bersama.
"Mereka semua tahu posisi kami, dan saya tahu posisi mereka semua. Siapa pun yang berbicara pertama selalu memulai dengan mengatakan bahwa Serbia telah berpihak, dan hanya itu. Sejujurnya, baik Ursula maupun Zelensky benar tentang hal itu. Mereka tahu apa kebijakan kami," kata Vucic pada Rabu (15/7/2026).
Menurut Vucic, para pemimpin lain berulang kali menekankan bahwa mereka sepenuhnya berpihak pada deklarasi tersebut, yang secara tidak langsung menarik perhatian pada penolakan Serbia dalam forum tersebut.
"Mereka tidak secara langsung mengatakan itu menentang kami, tetapi mereka menunjuk jari pada mereka yang tidak berpihak. Kita semua tahu siapa yang tidak berpihak, sementara mereka terus mengulangi bahwa mereka '100% berpihak.' Mereka mengulanginya sekitar sepuluh kali, dan kemudian... Anda sudah pernah mendengarnya sebelumnya. Tidak ada yang baru," ungkapnya.
Diketahui, deklarasi tersebut berisi tentang seruan tekanan sanksi yang lebih besar terhadap Rusia, dukungan militer dan keamanan yang berkelanjutan untuk Ukraina. Posisi ini ditentang Beograd sambil mengejar keanggotaan Uni Eropa dan mempertahankan hubungan ekonomi dan energi yang erat dengan Moskow.
Meksipun Serbia menolak untuk sepenuhnya menyelaraskan diri dengan sanksi Barat terhadap Rusia, negara itu telah berulang kali mengutuk tindakan Moskow di PBB dan menyatakan dukungan untuk integritas teritorial Ukraina.
Pada KTT sebelumnya di Odesa, Vucic juga menawarkan bantuan kemanusiaan dan bantuan untuk membangun kembali satu atau dua kota Ukraina atau wilayah yang lebih kecil.
Sebagai informasi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan para pemimpin atau perwakilan senior dari Eropa Tenggara menghadiri KTT tersebut. Acara tersebut menandai kunjungan pertama Presiden Serbia ke ibu kota Ukraina dalam lebih dari satu dekade, tetapi merupakan perjalanan kedua Vucic ke Ukraina setelah menghadiri KTT sebelumnya di pelabuhan Laut Hitam Odesa pada Juni 2025.
Sumber: Viory
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 15 jam yang lalu







