Uni Eropa Bongkar Desain Instagram dan Facebook yang Dinilai Picu Kecanduan

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:37 WIB
Remaja main media sosial (Foto/Freepik)
Remaja main media sosial (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Komisi Eropa (European Commission/EC) menemukan indikasi awal bahwa Meta melanggar Digital Services Act (DSA) Uni Eropa terkait desain Instagram dan Facebook yang dinilai mendorong perilaku penggunaan berlebihan.

Dalam penyelidikan awalnya, Komisi Eropa menyoroti sejumlah fitur di kedua platform tersebut, seperti scroll tanpa batas (infinite scroll), pemutaran video otomatis (autoplay), notifikasi push, serta sistem rekomendasi yang sangat dipersonalisasi.

Menurut EC, fitur-fitur tersebut berpotensi membuat pengguna terus berinteraksi dengan layanan tanpa batas waktu.

Kondisi itu disebut dapat memicu kebiasaan penggunaan yang tidak sehat, terutama pada anak-anak dan kelompok pengguna yang rentan.

Komisi Eropa menyebut sistem rekomendasi personal, autoplay, dan infinite scroll dapat memperkuat keinginan pengguna untuk terus menggulir konten hingga membuat mereka berada dalam kondisi penggunaan otomatis.

EC juga menilai Meta belum cukup melakukan evaluasi terhadap risiko dari desain aplikasinya terhadap kesehatan fisik dan mental pengguna.

Perhatian khusus diberikan kepada pengguna usia muda. Komisi Eropa menyebut Meta belum sepenuhnya memperhitungkan durasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja, termasuk kebiasaan mengakses platform tersebut pada malam hari.

Fitur seperti Reels dan Stories juga menjadi sorotan karena dinilai dapat mendorong pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi.

Fitur Kontrol Waktu Dinilai Belum Efektif

Komisi Eropa juga mengkritik fitur pengelolaan waktu penggunaan yang tersedia di Instagram dan Facebook. Menurut EC, fitur tersebut, termasuk yang aktif secara bawaan untuk pengguna remaja, masih mudah diabaikan sehingga belum mampu mengurangi waktu penggunaan secara signifikan.

Selain itu, sistem kontrol orang tua yang disediakan Meta dinilai belum cukup efektif karena membutuhkan kemampuan teknis tertentu dari orang tua atau wali.

EC menilai pusat keamanan Meta yang berisi panduan penggunaan dan informasi kesehatan mental juga belum mampu mengatasi risiko dari desain aplikasi yang dianggap membuat ketergantungan.

Komisi Eropa meminta Meta melakukan perubahan pada desain Instagram dan Facebook untuk mengurangi potensi penggunaan berlebihan.

Beberapa perubahan yang disoroti antara lain menonaktifkan fitur autoplay dan infinite scroll secara default, menghadirkan pengingat waktu istirahat layar yang lebih efektif, serta mengubah sistem rekomendasi agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan interaksi pengguna.

Meta masih memiliki kesempatan untuk memberikan pembelaan atas temuan awal tersebut. Jika setelah proses tersebut EC tetap menyimpulkan adanya pelanggaran, Meta berpotensi menghadapi keputusan non-kepatuhan dengan ancaman denda hingga 6 persen dari total pendapatan tahunan global perusahaan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: