DPR Cecar Kementan, Desak Segera Wujudkan Swasembada Bawang Putih

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB
Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi. (BeritaNasional/Ahda)
Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com -  Kementerian Pertanian (Kementan) diminta merealisasikan swasembada bawang putih yang hingga kini masih impor. Indonesia masih bergantung pada ketersediaan luar negeri dalam menyediakan komoditas bawang putih. 

Pada Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga Badan Pangan Nasional kemarin, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mempertanyakan alasan program pengembangan bawang putih tidak tercantum dalam program kerja prioritas nasional.

Wanita yang akrab disampa Titik ini menekankan upaya untuk mencapai swasembada jangan hanya menjadi wacana yang berulang setiap tahunnya.

"Untuk saya, saya mau tanya lagi mengenai bawang putih. Pak Menteri. Kenapa kok enggak masuk lagi di program kerja prioritas nasional nih?" tanyanya. 

Pertanyaan itu kemudian direspon Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menerangkan, pemerintah telah melakukan revisi anggaran untuk mendukung pengembangan bawang putih. Program tersebut disebutnya sudah masuk dalam perencanaan.

Ia juga menjelaskan Kementerian Pertanian  menggeser anggaran Rp260 miliar tahun ini khusus untuk pengembangan bawang putih. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas masukan dan aspirasi yang disampaikan Komisi IV DPR RI kepada kementerian.

Merasa jawaban tersebut belum menjawab pertanyaanya, Titiek kembali mengulang dengan mengatakan persoalan ini bukan sekadar tentang anggaran namun program itu tidak masuk dalam program prioroitas nasional.

Amran pun kembali menjawab dengan penjelasan kemungkinan akibat kesalahan penulisan dalam dokumen rapat.  Ia memastikan pengembangan bawang putih tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah dan telah dialokasikan anggaran pada tahun berjalan.

"Jadi kita harus sepakat semua nih, harus swasembada. Bapak (Menteri Pertanian) harus bikin targetnya kapan mau swasembada?"

Titiek pun tegas meminta Kementerian Pertanian menetapkan target jelas mengenai kepastian waktu untuk bisa swasembada bawang putih. Target yang terukur ucapnya diperlukan agar program yang dijalankan memiliki arah dan evaluasi yang pasti.

"Tiga tahun paling cepat, paling lambat lima tahun. Karena yang masa dorman masalahnya bu. Maaf, seandainya seperti padi, aku sanggup dua tahun (untuk swasembada bawang putih), tetapi dormannya bibit itu, tidurnya itu enam bulan bu, delapan bulan," tukas Amran. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: