Program Strategis Pemerintah Bagian Transformasi Nasional, Dirancang Menyeluruh
BeritaNasional.com - Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut program strategis yang dijalankan pemerintah bukan sebuah kebijakan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh.
Saat ini pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama menuju negara maju. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Oleh karena itu pemerintah menjalankan berbagai program mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, hingga reformasi tata niaga pupuk. Selain itu juga memperkuat kebijakan pembelian gabah petani dan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Bulog guna mendukung target swasembada pangan.
Selain pangan, pemerintah juga memperkuat ketahanan energi sebagai pilar kedua transformasi ekonomi nasional.
"Negara maju harus memiliki kemandirian energi agar tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri," ucapnya.
Dalam upaya mencapai tujuan itu semua pemerintah mengembangkan energi baru dan terbarukan, memperluas program biodiesel B50, meningkatkan kapasitas cadangan BBM nasional, serta melakukan eksplorasi sumber energi baru.
"Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi. Karena itu kita mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," terangnya
Pemerintah juga mendorong pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Pilar ketiga sambung yang paling menentukan adalah penguatan sumber daya manusia.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama karena negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif.
Ia juga menyoroti angka stunting nasional yang masih 22%. Kondisi ini krusial dan menjadi tantangan besar untuk segera diatasi.
"Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kita masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan," katanya, Kamis (11/6/2026).
Selain itu, pemerintah juga membangun sekitar 200 sekolah rakyat, mengembangkan sekolah unggulan, serta mendistribusikan smart board ke berbagai sekolah guna meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan. (Antara)
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






