Ambruknya Tribun VIP Drift Speed Fest Makan Korban, Polisi Investigasi Panitia hingga IMI

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026 | 17:42 WIB
Puluhan penonton terluka akibat tribun VIP ambruk di ajang Kejuaraan Nasional Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Minggu (26/7/2026). (BeritaNasional/X Michie)
Puluhan penonton terluka akibat tribun VIP ambruk di ajang Kejuaraan Nasional Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Minggu (26/7/2026). (BeritaNasional/X Michie)

BeritaNasional.com - Pasca-insiden ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (26/7/2026) siang. Saat ini, pihak kepolisian tengah menginvestigasi panitia hingga organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta pihak terkait lainnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pun tidak menyangka insiden itu terjadi pada hari terakhir kejuaraan nasional tersebut. 

"Pertama, tentu ini kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak. Beberapa hari penyelenggaraan berjalan aman, tetapi pada hari terakhir justru terjadi insiden seperti ini," katanya saat memberi keterangan pers di Purwokerto, Minggu sore.

Sadewo menjelaskan, proses investigasi saat ini dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa berbagai pihak, mulai dari penyelenggara acara (event organizer/EO), vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun VIP.

Menurut Sadewo, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis. Oleh karenanya, dirinya bersama panitia penyelenggara dan IMI akan menjenguk para korban yang dirawat di RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi.

Selain penanganan korban, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan membentuk pusat informasi (command center) dan menunjuk satu penanggung jawab informasi (PIC) guna menyampaikan perkembangan penanganan insiden secara terpusat.

"Kita akan membuat command center, kemudian nanti ada satu PIC yang akan menjelaskan supaya kabarnya tidak bias. Ini nanti pasti di media sosial sudah bias sekali. Tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi," jelas Sadewo.

Menurut Sadewo, dirinya sebelumnya mendorong agar Banyumas dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional maupun regional sebagai upaya meningkatkan aktivitas daerah. Akan tetapi, insiden ambruknya tribun VIP tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak.

Ia menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan serupa untuk sementara dihentikan hingga proses investigasi selesai dan ada keputusan dari kepolisian serta IMI.

"Saya memang menginginkan ada event setiap bulan di Banyumas. Tapi mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Event seperti ini sementara saya stop sampai ada keputusan dari Polresta dan IMI," ungkapnya.

Terkait jumlah korban, Sadewo mengatakan, data resmi masih dalam proses pendataan. Kepolisian juga telah memanggil pihak tiket, EO, vendor, panitia, dan IMI untuk memastikan jumlah penonton yang berada di tribun VIP, kapasitas tribun, serta aspek teknis konstruksi yang digunakan.

Selain itu, olah tempat kejadian perkara juga telah dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkap penyebab ambruknya tribun.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: