Iran Isyaratkan Kemajuan dalam Upaya Meredakan Ketegangan dengan AS
BeritaNasional.com - Pejabat tinggi Iran mengisyaratkan adanya kemajuan dalam upaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) setelah berhari-hari situasi memanas dan meningkatnya pergeseran kekuatan militer kedua negara di kawasan Timur Tengah, dekat Iran.
Melalui unggahan di media sosial (medsos) pada Sabtu (31/1/2026), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan, sebuah “kerangka terstruktur” untuk perundingan tengah “terbentuk dan terus bergerak maju”.
Larijani pun menepis isu bahwa yang disampaikannya itu merupakan bagian dari “hiruk-pikuk buatan dari narasi perang media”.
Pernyataan Larijani itu disampaikannya di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik yang dipimpin oleh sejumlah negara kawasan, terutama Turki, yang berupaya memediasi dua rival utama, Teheran dan Washington, serta menurunkan tingkat ketegangan.
Pada Jumat (30/1/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Istanbul, di mana ia menggelar pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
Larijani juga melakukan kunjungan singkat ke Moskow dan dilaporkan mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski rincian pertemuan tersebut tidak diungkapkan, pihak Kremlin telah memastikan berlangsungnya pertemuan tersebut.
Sebagai informasi, ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak protes pecah di Iran bulan lalu dan Presiden AS Donald Trump menyatakan akan “datang menyelamatkan” para pengunjuk rasa, yang dilaporkan tewas dalam bentrok massa dan aparat Iran.
Awal pekan ini, Trump mengumumkan bahwa armada militer AS dalam skala besar tengah berlayar menuju Iran dan memperingatkan Teheran agar segera memasuki perundingan serta meninggalkan ambisi nuklirnya.
Aragachi juga berulang kali menegaskan kesiapan mereka untuk berunding berdasarkan “saling menghormati”.
Pada saat yang sama, para komandan militer Iran menyatakan pasukan mereka berada dalam status siaga maksimum dan berjanji akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan dari AS atau zionis Israel.
Sumber: Antara
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 20 jam yang lalu







