Film Dokumenter Melania Masuk Jajaran Box Office, tapi Dapat Ulasan Buruk
BeritaNasional.com - Film dokumenter terbaru rilisan Amazon berjudul Melania berhasil melampaui prediksi awal box office pada akhir pekan pembukaan.
Dilansir dari TechCrunch pada Senin (2/2/2026), film yang menyoroti kehidupan Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump ini diperkirakan mengantongi pendapatan sebesar USD7,04 juta (sekitar Rp111 miliar) hingga Minggu (1/2/2026).
Meski angka tersebut melampaui estimasi awal yang hanya diprediksi di kisaran USD3 hingga USD5 juta, perjalanan film ini menuju titik keuntungan masih sangat jauh.
Dalam persaingan box office pekan ini, Melania menempati posisi ketiga secara keseluruhan. Peringkat pertama diduduki oleh film thriller karya sutradara Sam Raimi, Send Help, dengan pendapatan USD20 juta, disusul oleh Iron Lung, film adaptasi gim video karya YouTuber populer Markiplier, yang meraup USD17,8 juta.
Amazon dilaporkan merogoh kocek sangat dalam demi proyek ini. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut membayar USD40 juta untuk hak akuisisi dan menghabiskan USD35 juta tambahan untuk biaya promosi.
Dengan total investasi mencapai USD75 juta, pendapatan bioskop saat ini dinilai belum cukup untuk menutup modal.
Langkah Amazon memenangkan tender film ini pun menuai kritik pedas. Nilai penawaran Amazon melambung jauh, yakni selisih USD26 juta lebih tinggi dari penawar kedua, Disney.
Mantan eksekutif Amazon, Ted Hope, menyebut film ini sebagai dokumenter termahal yang pernah dibuat tanpa biaya lisensi musik.
Hope bahkan melontarkan kritik keras terkait motif di balik kesepakatan tersebut. "Bagaimana mungkin hal itu tidak disamakan dengan menjilat atau suap terang-terangan? Bagaimana mungkin itu tidak terjadi?" ujarnya kepada The New York Times.
"Melania" menjadi karya perdana sutradara Brett Ratner sejak 2017 setelah sempat tersandung berbagai tuduhan pelecehan seksual yang kemudian dibantahnya.
Kontroversi ini berdampak pada internal produksi Rolling Stone yang melaporkan bahwa dua pertiga kru film di New York meminta nama mereka dihapus dari kredit resmi film tersebut.
Meski penayangan perdana di Gedung Putih dihadiri oleh tokoh besar seperti CEO Apple Tim Cook, film ini gagal memikat hati para kritikus.
Berdasarkan agregator ulasan Metacritic, film ini hanya mendapat skor 7 persen yang mengindikasikan ketidaksukaan luar biasa, sedangkan di Rotten Tomatoes hanya meraih 10 persen.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







