Akademisi Ingatkan Ancaman Kejahatan Siber jika E-Voting Diterapkan di Pemilu
BeritaNasional.com - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, George Towar Ikbal Tawakkal mengingatkan potensi ancaman siber jika e-voting diterapkan untuk Pemilu. Menurutnya, penggunaan e-voting di Indonesia belum siap karena rawan ancaman kejahatan siber.
"Saya masih melihat kita belum siap, karena rawan untuk di hack, keamanan siber itu ngeri ya, kejahatan siber itu. Entah dari lawan politik atau dari lawan iseng, kan enggak tahu," ujarnya saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Pemilu yang digelar Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Selain masalah keamanan siber, kata dia, juga perlu diperhatikan kepercayaan publik terhadap penggunaan e-voting. George mencontohkan hasil survei di Amerika Latin, banyak yang tidak percaya pemilu hasil e-voting.
"Isu kepercayaan publik ini penelitian Riera & Brown di Amerika Latin itu memang yang parah orang nggak percaya dengan hasil e-voting, kemudian kesiapan instrumen digital juga tidak siap," jelasnya.
Oleh karena itu, banyak sejumlah negara seperti Jerman dan Belanda yang pernah menggunakan e-voting, kembali ke metode lama. Sebab masalah kepercayaan publik terhadap hasil e-voting.
"Negara-negara maju sudah ndak mau memakai e-voting, pernah tetapi nggak jadi, berhenti mereka. Karena isu, masalah isu kepercayaannya diragukan terus," jelas George.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







