Mensos Ingatkan Tim Seleksi Sekolah Rakyat: Tidak Ada Titipan!
BeritaNasional.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengimbau seluruh petugas seleksi siswa sekolah rakyat untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Gus Ipul meminta seluruh tim seleksi untuk tidak menerima suap dan mengizinkan adanya fenomena 'siswa titipan' di sekolah rakyat.
"Jadi kami berharap tim seleksi untuk tidak main-main, tidak ada titipan, tidak ada suap-menyuap," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
"Tapi benar-benar mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sekolah rakyat. Itu adalah jelas arahan Presiden," tambah dia.
Dia pun berharap, tim seleksi ini benar-benar berkoordinasi dengan Dinas Sosial hingga BPS di wilayah terkait agar penerimaan siswa menjadi tepat sasaran.
"Kita ingin petugas di lapangan benar-benar konsisten, bekerja sama dengan Dinsos setempat, Dikdasmen setempat, dan BPS setempat untuk menyasar mereka yang berada di Desil 1 dan Desil 2," ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul membeberkan bahwa pemerintah menyediakan 30.000 kuota siswa untuk tahun ini.
"Kan kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini ya. Memang ada alokasi 30.000 siswa tahun ini," ucal Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan, 30.000 siswa itu bisa ditampung jika pembangunan sekolah rakyat rampung tahun ini. Maka dari itu, ia mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan bisa berjalan tepat waktu.
"Kalau semua gedung permanennya selesai, InsyaAllah 30.000 itu bisa ditampung. Memang kita sekarang sedang koordinasi terus dengan Kementerian PU," jelas Gus Ipul.
"Agar nanti pembangunan sekolah permanen ini bisa jadi tepat waktu sehingga kita bisa menyeleksi dan menerima siswa itu sekitar 300 siswa setiap gedung permanen, 100 SD, 100 SMP, dan 100 SMA," tambah dia menandasi.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






