Usai Disemprot DPR, Menpar Jawab Pentingnya Penghargaan untuk Pariwisata Indonesia
BeritaNasional.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan pentingnya penghargaan yang didapatkan pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Hal itu menjawab pertanyaan Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay yang mengkritisi pemaparan Menpar Widiyanti memamerkan penghargaan pada rapat sebelumnya.
Dalam rapat itu ia menjelaskan, penghargaan diterima oleh sektor pariwisata Indonesia bukan Kementerian Pariwisata. Penghargaan tersebut dianggap usaha dan kerja keras bersama.
"Nah, hasil kerja di balik penghargaan ini adalah usaha dan kerja keras bersama, tidak hanya dari kami aspek regulator, tapi juga mitra industri yang aktif mempromosikan pariwisata, dan memberikan pelayanan yang baik, Pemerintah Daerah yang mengembangkan destinasi, serta masyarakat desa yang mengembangkan desa wisata dan lainnya," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VII di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Bagi Widiyanti, penghargaan tersebut membawa beragam manfaat seperti terkait pengakuan internasional, kredibilitas meningkatkan, dan sebagai bentuk promosi.
"Kami melihat penghargaan membawa beragam manfaat. Yang pertama, dengan pengakuan internasional, kredibilitas meningkat, dan pada dasarnya setiap ulasan penghargaan adalah alat promosi yang konkret. Banyak wisatawan yang mencari di mana restoran terbaik, hotel terbaik, dan desa wisata terbaik di dunia"
"Dengan nama Indonesia semakin disebut, semakin banyak yang tertarik untuk mengunjungi Indonesia, mengunjungi daya tarik wisata, memberikan masukan kepada usaha pariwisata, termasuk usaha mikro, kecil, menengah, bahkan usaha besar yang mempekerjakan banyak karyawan," sambungnya.
Aspek lainnya, penghargaan juga menjadi evaluasi dan kalibrasi kinerja pariwisata.
Terakhir, penghargaan juga menjadi kebanggaan yang dirasakan seluruh pemangku kepentingan.
"Nah, kami tegaskan bahwa semua penghargaan yang kami tampilkan dinilai secara objektif, terdapat standar penilaian, bahkan berbasis review oleh para wisatawan dan tidak berbayar," katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi XII DPR RI Saleh Daulay menyemprot Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang memamerkan pariwisata Indonesia mendapatkan penghargaan sepanjang 2025. Saleh mempertanyakan urgensi penghargaan tersebut.
Hal tersebut terjadi saat Komisi XII DPR menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pariwisata di DPR pada Rabu (21/1/2026).
Menteri Pariwisata Widiyanti melaporkan, sepanjang 2025, pariwisata Indonesia mendapatkan 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional.
"Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada 2025. Tepatnya 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat jauh dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang hanya sebesar 66 penghargaan," terangnya.
Pemaparan Widiyanti itu mendapat kritik keras dari Saleh. Ia mempertanyakan pentingnya mendapatkan penghargaan tersebut untuk rakyat Indonesia.
"Pertanyaan saya, apa manfaat dari penghargaan itu untuk rakyat Indonesia? Itu pertanyaannya," ucap Saleh 
PERISTIWA | 17 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







