Rencana Netflix Caplok Warner Bros Senilai USD82,7 Miliar Diselidiki Departemen Kehakiman AS

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi Kantor Netflix. (Foto/Dok Netflix)
Ilustrasi Kantor Netflix. (Foto/Dok Netflix)

BeritaNasional.com - Rencana besar Netflix untuk mengakuisisi raksasa hiburan Warner Bros Discovery (WBD) senilai USD82,7 miliar (sekitar Rp1.300 triliun) kini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah. 

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) dilaporkan tengah menyelidiki apakah Netflix menggunakan taktik antipersaingan dalam proses akuisisi tersebut.

Dilansir dari CNA pada Jumat (6/2/2026), Departemen Kehakiman telah melayangkan surat panggilan sipil kepada sejumlah perusahaan hiburan lainnya. 

Tujuannya adalah mengidentifikasi adanya perilaku eksklusif dari Netflix yang berpotensi menciptakan praktik monopoli atau memperkuat dominasi pasar secara tidak wajar.

Netflix tidak sendirian dalam perburuan ini. Mereka bersaing ketat dengan konsorsium Paramount Skydance untuk memperebutkan WBD. Daya tarik utama WBD terletak pada perpustakaan kontennya yang sangat luas, termasuk waralaba ikonik seperti Game of Thrones, Harry Potter, hingga pahlawan super DC Comics seperti Batman dan Superman.

Penyelidikan DOJ berfokus pada dampak penggabungan studio besar ini terhadap ekosistem industri kreatif. 

Pihak berwenang ingin mengetahui bagaimana merger tersebut akan memengaruhi persaingan dalam memperebutkan talenta kreatif serta kontrak kerja para seniman di masa depan.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Netflix tampak tenang. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi mengenai investigasi khusus di luar proses peninjauan merger yang biasa dilakukan.

"Netflix tidak mengetahui adanya penyelidikan terhadap bisnis kami di luar proses peninjauan merger standar," tulis pernyataan resmi perusahaan kepada Reuters.

Senada dengan itu, Steven Sunshine, pengacara yang mewakili Netflix, meyakini bahwa prosedur yang berjalan saat ini adalah hal lumrah. 

"Kami belum melihat tanda bahwa DOJ sedang melakukan penyelidikan monopolisasi yang terpisah," tegasnya.

Di sisi lain, Paramount juga terus bergerak meski tawaran akuisisi mereka sebelumnya sempat ditolak mentah-mentah oleh dewan direksi Warner Bros karena dianggap "tidak memadai".

Paramount tengah berupaya agar proses peninjauan oleh DOJ bisa selesai dalam hitungan minggu. Jika proses pemberian informasi kepada pemerintah rampung, DOJ memiliki masa tunggu 10 hari untuk memutuskan apakah akan menggugat proposal Paramount atas dasar pelanggaran persaingan usaha atau tidak.

Isu akuisisi ini juga memanas di ranah politik. CEO Bersama Netflix Ted Sarandos baru-baru ini diinterogasi oleh senat AS terkait dampak kesepakatan ini terhadap industri hiburan secara luas.

Tak hanya di Amerika, tantangan besar juga menanti di Eropa dan Inggris. 

Lebih dari selusin politisi Inggris telah mendesak regulator persaingan usaha untuk melakukan peninjauan menyeluruh. Sementara itu, regulator antimonopoli Uni Eropa diperkirakan akan meneliti tawaran dari Netflix dan Paramount Skydance secara bersamaan dalam waktu dekat.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: