Investasi Diri, Aset Berharga yang tak Tergerus Inflasi

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 11 Februari 2026 | 07:31 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Kita pasti sudah tidak asing dengan investasi. Namun yang kita pahami selama ini investasi berupa materi yang menjadi aset yang di kemudian hari bisa kita manfaatkan dalam hidup masa depan. Tapi tahukah kamu bahwa investasi berharga dan tidak tergerus nilainya adalah investasi diri. 

Orang-orang sering kali melupakan satu aset penting yang nilainya bahkan tidak pernah tergerus oleh fluktuasi pasar maupun inflasi, yaitu diri sendiri.

Sebab, investasi terbaik dan menguntungkan tidak hanya tentang uang maupun angka, melainkan pada apa yang dibangun di dalam diri sendiri.

Yuk simak pengertian investasi diri dan cara membangunnya

Pentingnya Investasi Sejak Dini Pada Diri Sendiri

Investasi pada diri sendiri dikenal juga sebagai investasi leher ke atas. Istilah ini merujuk pada penanaman modal di dalam diri masing-masing, berupa keterampilan, ilmu, dan lain-lain.

Harapannya, kamu dapat menerima keuntungan dari serangkaian proses menjaga serta mengembangkan kemampuan diri tersebut.

Secara umum, manfaat investasi untuk diri sendiri memang sangat banyak dan potensial. Hanya saja, sifatnya abstrak atau tidak bisa diukur dengan uang.

Namun, perlu diingat bahwa keuntungan tersebut akan bertahan selamanya. Alih-alih berkurang atau hilang, investasi leher ke atas seiring waktu justru akan bertambah.

Oleh karena itu, sebaiknya seimbangkan antara berinvestasi kepada diri sendiri dengan investasi dalam bentuk uang atau instrumen lainnya.

Tujuannya adalah agar menjadikan diri sendiri lebih berpengalaman, berkualitas, kaya akan keterampilan, serta mandiri secara finansial sehingga jaminan masa depan pun tidak terbatas.

Cara Investasi Pada Diri Sendiri

Berinvestasi pada diri sendiri dapat dimulai sejak awal dan diimplementasikan secara konsisten. Adapun beberapa cara untuk investasi ke diri sendiri, yaitu sebagai berikut.

1. Menetapkan Tujuan Pribadi

Saat hendak melakukan investasi leher ke atas, maka penting sekali untuk menetapkan tujuan pribadi dalam segala aspek terlebih dahulu.

Ini akan membantu kamu memilih arah hidup dan fokus pada apa yang ingin diraih secara sadar. Cobalah menggunakan formula SMART untuk merancang target pencapaian, yaitu:

Specific: Jelaskan tujuan secara jelas, detail, dan spesifik, seperti mengapa hal itu penting, di mana akan terjadi, serta siapa saja yang terlibat.

Measurable: Tentukan indeks kesuksesan, misalnya menggunakan metrik atau angka secara jelas untuk mengetahui jika tujuan tercapai.

Achievable: Pastikan bahwa tujuan yang ingin diwujudkan realistis dan bisa dicapai dengan ketersediaan sumber daya.

Relevant: Tujuan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan dan memberikan dampak positif.

Time-bound: Menetapkan batas waktu yang jelas, seperti kapan tujuan harus selesai guna menciptakan urgensi.


Pada dasarnya, tujuan pribadi masing-masing individu tidaklah sama. Berikut ini beberapa contohnya:

Ingin memprioritas pendidikan untuk mengembangkan diri, pola pikir, dan cara berkomunikasi dengan orang-orang sekitar.

Menjadi orang sukses di usia muda dengan merintis bisnis sesuai bidang yang diminati.

Memperbaiki kebiasaan tidur.

Belajar bahasa baru dengan target fasih dalam setahun, dan lain sebagainya.

 

2. Membangun Networking

Selanjutnya, memperbanyak relasi, baik dari dalam maupun luar dunia profesional. Kamu dapat membangun networking dengan teman satu hobi, rekan kerja di kantor, atau satu komunitas.

Cara ini bagus untuk membantu kamu terus berkembang. Semakin banyak koneksi, maka peluang menarik yang bisa diperoleh pun semakin banyak dan terbuka lebar.

Tidak hanya offline, kamu juga bisa berjejaring secara online menggunakan media sosial sehingga jangkauannya lebih luas.

3. Terus Membaca

Investasi pada diri sendiri juga dapat direalisasikan dengan terus membaca untuk memperkaya wawasan. Luangkan waktu untuk membaca setidaknya 10 menit/hari atau 5 halaman/hari.

Lakukan kebiasan ini secara konsisten. Lalu, kamu bisa meningkatkan waktu membaca atau jumlah halaman yang dibaca perlahan-lahan.

Selain membaca artikel, buku, atau jurnal, kamu pun dapat memperluas insight baru dengan menonton video atau mendengarkan podcast edukatif.
 

4. Mengikuti Pelatihan dan Program Sertifikasi

Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan termasuk cara terbaik untuk berinvestasi ke diri sendiri. Pasalnya, di era yang serba cepat ini setiap orang dituntut untuk terus belajar.

Dengan demikian, dapat beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang ada. Dalam hal ini, cobalah ikut pelatihan dan program sertifikasi sesuai hobi, minat, atau bidang pekerjaan.

Di kelas tersebut, kamu akan belajar banyak hal baru yang berhubungan dengan keahlian maupun kondisi sebenarnya di lapangan.

Lalu, disarankan juga untuk menghadiri webinar, workshop, atau seminar. Di acara ini, tidak hanya ilmu baru kamu pun dapat berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan serupa.

5. Memperhatikan Kesehatan

Kesehatan merupakan aset diri yang harus dijaga sebaik-baiknya. Bentuk investasi ini sama dengan menunjukkan rasa hormat pada diri sendiri serta meningkatkan kualitas hidup.

Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan dan menjaga kesehatan fisik maupun mental. Biasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti:

Olahraga teratur.

Mengatur pola istirahat.

Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi.

Tidak merokok atau meminum alkohol.

Merawat penampilan.

Bermeditasi dan mempraktikkan mindfulness untuk mengelola emosi.

 

6. Membangun Kepercayaan Diri

Cara investasi kepada diri sendiri lainnya, yaitu membangun kepercayaan diri. Mulailah dengan menyadari dan memahami value yang dimiliki.

Pasalnya, rasa kurang percaya diri sering kali disebabkan karena seseorang ragu, takut mengungkapkan, atau bahkan tidak bisa mengenali value di dalam dirinya sendiri.
 

7. Menyusun Budgeting

Salah satu upaya berinvestasi ke diri sendiri yang tidak kalah penting, yaitu merencanakan keuangan dengan bijaksana untuk menjaga stabilitasnya.

Susun anggaran finansial dengan detail dan rinci. Jangan lupa atur arus keluar masuknya dana agar proses pelacakan keuangan menjadi lebih mudah.

Pertimbangkan untuk mencatat anggaran secara digital menggunakan spreadsheet. Sisihkan sebagian kecil dana untuk berinvestasi ke instrumen yang stabil, seperti emas.

Kamu dapat melakukan diversifikasi investasi emas dengan bertransaksi ke produk Deposito Emas dari Pegadaian. Langkah ini dapat membantu menciptakan rasa aman secara finansial.

8. Belajar Manajemen dan Organisasi

Belajar manajemen dan organisasi berarti fokus untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola prioritas, waktu, serta sumber daya.

Skill ini bagus untuk membantu aktivitas rutin menjadi semakin tertata, efisien, rapi, dan produktif sehingga mengurangi stres serta meningkatkan pencapaian.

Itulah beberapa cara investasi pada diri sendiri dan manfaatnya. Pada intinya, investasi leher ke atas dapat memberimu keunggulan yang kompetitif.

Hal tersebut bisa menjadi warisan yang tidak ternilai. Namun, investasi untuk diri sendiri pun bukan hanya tentang itu, melainkan juga mengamankan masa depan finansial.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: