Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Makan-Minum Jadi Penopang Utama

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Februari 2026 | 12:53 WIB
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto. (BeritaNasional/tangkapan layar)
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto. (BeritaNasional/tangkapan layar)

BeritaNasional.com -  Badan Pusat Statistik (BPS) DKI mencatat, perekonomian Jakarta sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,21% secara tahunan dibandingkan tahun 2024.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025, yakni sebesar 9,33%. 

Pertumbuhan tersebut disusul sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69 persen serta Jasa Lainnya yang tumbuh 8,46%.

Menurut dia, capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Jakarta. 

Pasalnya, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara sepanjang tahun lalu turut mendorong kinerja sektor akomodasi, makan minum, dan transportasi.

"Selama tahun 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2024. Hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif," kata Kadarmanto dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (11/2/2026).

Meski demikian, sejumlah lapangan usaha masih mengalami kontraksi. Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tercatat terkontraksi sebesar 3,60%.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian turun 7,79% serta pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi terdalam, yakni 12,49%.

Pada periode triwulan IV-2025, ekonomi Jakarta juga mencatatkan pertumbuhan positif. Secara tahunan, ekonomi Jakarta tumbuh 5,71%. dibandingkan triwulan IV-2024. 

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 8,40%.

Selain itu, sektor Jasa Lainnya tumbuh 8,32% dan Jasa Perusahaan sebesar 8,11%. 

Adapun sektor perdagangan yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jakarta tumbuh 6,55% pada periode yang sama.

"Di sisi lain, beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi, yaitu pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang terkontraksi 3,10%, pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi 3,29%, serta pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar minus 11,99%," paparnya.

Sementara itu, secara kuartal perekonomian Jakarta pada triwulan IV-2025 tumbuh 3,41% dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 10,16%. 

Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh 9,84%, sementara sektor Konstruksi meningkat 5,47%. Namun demikian, sejumlah lapangan usaha masih mencatatkan kontraksi.

"Sementara itu, beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi. pengadaan listrik dan gas terkontraksi 0,09%, real estate terkontraksi 0,37%, serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib terkontraksi 0,85%," tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: