Per November 2025, 349 Ribu Warga Jakarta Nganggur!

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:06 WIB
Warga Jakarta beraktifitas kerja. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Warga Jakarta beraktifitas kerja. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Badan Pusat Statistik (BPS) DKI mencatat sebanyak 349 ribu penduduk Jakarta berstatus pengangguran per November 2025. Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,53 juta jiwa

"Komposisi angkatan kerja di Jakarta pada November 2025 terdiri dari 5,18 juta orang penduduk yang bekerja dan 349 ribu orang pengangguran," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (11/2/2026).

Dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 67,30 ribu jiwa. Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja meningkat 48,67 ribu jiwa, tetapi jumlah pengangguran juga naik sekitar 18,63 ribu jiwa.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta menjadi 6,31%, atau naik 0,26% poin dibandingkan Agustus 2025.

"TPT Jakarta hasil Sakernas November 2025 sebesar 6,31%. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar enam orang penganggur," ujar Kadarmanto.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 6,90%, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 5,43%.

Dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan SMA umum masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 8,14%

Sebaliknya, tingkat pengangguran terendah tercatat pada lulusan Diploma I/II/III sebesar 3,44%

"Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT November 2025 mempunyai pola yang sedikit berbeda dengan Agustus 2025," terangnya.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jakarta pada November 2025 mencapai 65,47%, naik 0,72% poin dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya partisipasi perempuan di pasar kerja.

Dari sisi lapangan usaha, mayoritas penduduk bekerja di Jakarta berstatus buruh, karyawan, atau pegawai dengan porsi 60,14%.

Sedangkan sebanyak 63,43% penduduk bekerja berada di sektor formal, sementara 36,57% lainnya berada di sektor informal.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: