Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Wisata Anyer dan Cinangka Dipastikan Aman

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 06 Juli 2026 | 19:34 WIB
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat (Foto/Trip Advisor)
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat (Foto/Trip Advisor)

BeritaNasional.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, memastikan kawasan wisata pantai di Anyer dan Cinangka tetap aman dikunjungi selama masa libur sekolah meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus Siaga atau Level III.

Jaminan tersebut disampaikan Pemkab Serang bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut.

"Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang," kata Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas dilansir dari Antara, Senin (6/7/2026).

Najib juga menepis informasi yang beredar di media sosial terkait video yang menampilkan Gunung Anak Krakatau seolah mengalami erupsi besar. Menurutnya, video tersebut merupakan informasi yang tidak benar.

"Kami telah meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, bahwa video yang beredar tersebut tidak benar," paparnya.

Sementara itu, pemantauan dari PVMBG menunjukkan potensi bahaya Gunung Anak Krakatau masih berada jauh dari kawasan wisata di pesisir Serang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK), Deny Mardiono menjelaskan bahwa meskipun aktivitas tremor masih terekam, area yang berpotensi terdampak masih berada dalam radius terbatas.

"Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana," ucap Deny.

Ia menambahkan bahwa sebaran abu vulkanik dipengaruhi arah angin. Berdasarkan hasil pemantauan visual melalui CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih dengan ketinggian sekitar lima hingga 10 meter.

PVMBG juga disebut telah menerbitkan surat resmi untuk membantah informasi hoaks terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar di masyarakat.

Ke depan, PVMBG akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Magma Indonesia maupun situs resmi PVMBG.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat," ujar Deny.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: