Prabowo Dijadwalkan Teken Kesepakatan Dagang dengan AS Bulan Ini

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Presiden Prabowo Subianto. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto berencana menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada bulan ini.

Rencana tersebut disampaikan Airlangga usai mengikuti rapat bersama Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” kata Airlangga dalam konferensi pers seusai rapat.

Airlangga mengatakan, perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan AS terus dilaporkan secara berkala kepada Presiden.

“Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya,” ujar Airlangga.

Adapun penandatanganan ART merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS yang telah berlangsung sejak tahun lalu. 

Pada 22 Juli 2025, kedua negara menyepakati pernyataan bersama terkait kerangka kerja ART, yang mencakup rencana pemangkasan tarif impor produk Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, saat delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan ART.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kepastian AS untuk menghapus tarif impor khusus pada sejumlah komoditas unggulan Indonesia, seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao. 

Di sisi lain, Indonesia berkomitmen mengatasi hambatan nontarif melalui deregulasi kebijakan guna memperlancar kerja sama perdagangan kedua negara.

Meski demikian, Airlangga menyebut pemerintah masih menunggu draf akhir kesepakatan tersebut.

“Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” jelasnya.

Selain membahas kesepakatan dagang dengan AS, Airlangga juga melaporkan kondisi perekonomian nasional kepada Prabowo, termasuk kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatat surplus.

“Dari segi neraca perdagangan, kita juga terus mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut, yaitu sebesar USD 2,51 miliar,” tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: