Jangan Salah Arti, Ini Perbedaan Passive dan Active Income
BeritaNasional.com - Ada yang mengatakan paling enak ketika seseorang memilik passive income karena tidak perlu kerja banting tulang untuk mencari pendapatan atau uang. Bernahkah begitu? Biar engga salah paham yuk pelajari tentang passive dan active income
Dalam keuangan, active dan passive income dikenal sebagai dua jalur utama untuk mendapatkan uang atau membangun aset kekayaan.
Namun ternyata keduanya tidak sama loh...
Memahami perbedaan passive income dan active income termasuk langkah penting dalam merencanakan finansial.
Apa Itu Active dan Passive Income?
Melansir laman Pegadian, active income merupakan jenis penghasilan yang didapatkan dengan melakukan kegiatan, pekerjaan, atau usaha secara langsung.
Dengan kata lain, individu harus terlibat aktif demi memperoleh uang tersebut. Rentang waktu peroleh active income, mulai dari harian, mingguan, atau bulanan.
Ini bergantung pada kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak-pihak terkait sebelum melakukan pekerjaan. Sebaliknya, individu justru tidak harus berusaha sebanyak yang dibutuhkan dalam mendapatkan passive income.
Meskipun demikian, membangun sumber passive income pun tidak dapat dikatakan mudah karena tetap memerlukan usaha atau modal di awal.
Jadi, bisa dikatakan bahwa passive income adalah pendapatan rutin yang diperoleh dengan usaha minimal secara terus menerus setelah sistem investasi awal dibangun.
Perbedaan Passive Income dan Active Income
Selain definisi, perbedaan passive income dan active income juga dapat dicermati berdasarkan aspek lainnya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.
1. Sumber Penghasilan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, active income didapatkan setelah individu menyelesaikan suatu aktivitas atau pekerjaan.
Dalam hal ini, meliputi pekerjaan utama, freelance, side job, pekerjaan paruh waktu, maupun keuntungan dari usaha pribadi.
Di sisi lain, sumber penghasilan pasif (passive income) berasal dari aset yang dikelola secara maksimal, seperti saham, obligasi, deposito, hingga penyewaan properti.
Nah, aset-aset tersebut umumnya diperoleh dengan cara menyisihkan sebagian dana dari pendapatan aktif (active income) yang dimiliki.
2. Cara Kerja
Berdasarkan cara kerjanya, penghasilan aktif hanya bisa diperoleh apabila individu bekerja secara aktif, rutin, sekaligus konsisten.
Sementara itu, sifat dari passive income cenderung otomatis atau mengalir sendiri. Aset-aset yang dimiliki akan menghasilkan uang tanpa perlu partisipasi aktif setiap saat.
Misalnya, kamu melakukan mendepositokan dana ke lembaga keuangan. Nah, yang perlu dilakukan hanya menunggu sampai jatuh tempo tiba untuk mencairkan keuntungan dari aktivitas penanaman modal.
3. Manfaat
Perbedaan passive income dan active income juga bisa dilihat menurut manfaatnya. Active income dapat digunakan sebagai penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan, passive income cenderung dimanfaatkan sebagai pendapatan pendukung yang memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial.
4. Cara Mendapatkan
Untuk mendapatkan pendapatan aktif, kamu harus melakukan suatu kewajiban atau pekerjaan terlebih dahulu hingga tuntas.
Berbeda halnya dengan itu, tanpa bekerja aktif sekali pun kamu tetap berkesempatan untuk memperoleh penghasilan pasif asalkan sumbernya sudah ada lebih dulu.
5. Besar Nominal
Aspek lainnya yang menjadi perbedaan passive income dan active income, yaitu besaran nominal. Umumnya, besaran nominal penghasilan aktif cukup variatif.
Hal itu bergantung pada kuantitas serta kualitas usaha, pengalaman, dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Sementara itu, besaran nominal passive income lebih terukur.
Pasalnya, ditentukan menurut alokasi jumlah modal awal dan perhitungan persentase maupun tingkat suku bunga (jika berinvestasi).
6. Risiko
Secara umum, risiko passive income tergolong lebih besar. Terlebih, apabila hasil tersebut didapatkan dari suatu aktivitas investasi.
Namun, perlu dipahami bahwa setiap investasi memiliki risiko yang tidak sama. Active income memang cenderung lebih stabil dari sisi keuangan dan risikonya minim.
Tetapi, bukan berarti tidak ada potensi kerugiannya. Sumber active income bisa hilang saat kamu tidak mampu bekerja karena faktor kesehatan, usia, PHK, atau perusahaan bangkrut.
7. Besaran Pajak
Pengenaan pajak untuk active dan passive income cukup berbeda serta bervariasi, bergantung pada ketetapan hukum yang berlaku di suatu negara.
Umumnya, tarif pajak active income nilainya lebih tinggi dibandingkan active income karena mencakup beberapa hal, seperti keuntungan bisnis, gaji, dan bonus.
8. Contoh
Berikut ini beberapa sumber penghasilan pasif:
- Sewa properti.
- Dividen saham.
- Bunga deposito atau tabungan.
- Royalti dari buku atau musik, dan lain sebagainya.
Sementara itu, sumber pendapatan aktif juga bermacam-macam dan mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari, seperti:
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






