Kasal Tegaskan Prioritas Tambah Kapal, Dorong Produksi Hasil Dalam Negeri

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:18 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. (Foto/istimewa)
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan pihaknya akan tetap fokus untuk menambah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) berupa kapal hasil produksi industri galangan dalam negeri maupun luar negeri.

Penambahan alutsista kapal ini masih menjadi fokus dalam rapat pimpinan (rapim) TNI AD yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (11/2/2026) Kemarin.

"Jadi prioritas ke depan untuk TNI Angkatan Laut masih tetap di bidang alutsista, karena Angkatan Laut itu ada karena ada kapal, ya. Kalau enggak ada kapal, bukan Angkatan Laut namanya," kata Ali kepada wartawan.

Menurutnya, penambahan kapal tetap akan memprioritaskan industri galangan dalam negeri. Namun, jika menggunakan galangan luar negeri pengadaan akan dibarengi dengan transfer of technology, transfer of knowledge.

“Nantinya ke depan diharapkan semua bisa dibangun di dalam negeri. Walaupun dibangun di luar negeri, tetap TKDN-nya harus lebih dari berapa persen, misalnya lebih dari 50%. Harapannya seperti itu. Itu prioritasnya,” ucap dia.

Sementara, Ali menjelaskan dalam waktu dekat TNI AL akan kedatangan beberapa alustista baru yang telah dipesan İndonesia lewat galangan luar negeri seperti kapal fregat dan kapal selam.

“Yang jelas kan mungkin Bapak-Bapak, Ibu-Ibu sudah tahu semua pembangunan kita nanti ada kapal selam yang di luar negeri, ada kapal atas air frigat ya, ada beberapa negara. Nah itu harapannya kayak Prabu Siliwangi akan datang mungkin bulan April ya, bulan April sudah tiba di tanah air,” jelasnya.

“Kemudian KRI Kanopus, kapal hidros yang sekaligus sebagai kapal rescue kapal selam, itu juga bisa hadir mungkin bulan April pertengahan atau Mei. Mudah-mudahan sih bulan April semua bisa hadir ya,” tambah Ali.

Seperti tujuan awal, Ali menjelaskan kehadiran kapal ini diharapkan bisa menjadi transfer of technology, transfer of knowledge untuk nantinya bisa diproduksi oleh industri galangan dalam negeri.

“Dari pihak luar juga bersedia untuk membangun di dalam negeri dengan bantuan mereka untuk awalnya. Kemudian terakhirnya nanti kita bisa bangun sendiri dan 100% TKDN-nya dibangun oleh putra-putri terbaik dari bangsa ini,” tukasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: