Ini Penyebab Bocah SD yang Bunuh Diri di Ngada Tak Bisa Cairkan PIP
BeritaNasional.com - Setelah kematian YBR, bocah SD 10 tahun yang bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena ekonomi keluarga, terungkap bahwa bocah itu juga tidak bisa mencairkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari Bank BRI.
Kantor Cabang BRI Bajawa, NTT pun menjelaskan penyebab PIP YBR tidak bisa cair dan membantah telah melakukan penolakan atas pencairan PIP itu.
"Kami hanya meminta yang bersangkutan untuk melengkapi kekurangan dokumen pencairan. Namun hingga saat ini yang bersangkutan tidak pernah datang lagi ke BRI untuk pencairan PIP," kata Pemimpin Kantor Cabang BRI Bajawa Kariahenta Tarigan, dalam hak jawab yang diterima Antara Kupang, Kamis (12/2/2026).
BRI pun berempati atas peristiwa duka tersebut dan menegaskan komitmen penyaluran PIP sesuai ketentuan. BRI sebagai penyalur dana bantuan PIP bekerja sesuai dengan penugasan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dia menjelaskan, pihaknya telah menjalankan fungsi prudential banking dan Good Corporate Governance dalam proses pencairan dana berdasarkan data dan daftar penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang.
"Seluruh mekanisme penyaluran dilakukan sesuai prosedur operasional dan regulasi yang berlaku, dengan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik," ujar dia.
Dia juga mewakili BRI menyampaikan turut berduka cita mendalam serta berempati kepada keluarga dan pihak-pihak yang terdampak atas peristiwa duka yang terjadi.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut bahwa dalam kasus YBR (10), anak yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan pencairan dana PIP-nya mengalami kendala karena kebijakan teknis bank.
"Pencairan PIP terkendala karena kebijakan BRI Kacab (Kepala Cabang) Ngada yang mewajibkan KTP sama dengan sekolah," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu, (11/2/2026).
Selain itu, kata dia, kepala sekolah ternyata belum mengetahui bahwa proses pencairan dana PIP karena faktor jarak bisa dilakukan secara kolektif.
Sumber: Antara

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







